Mengaktifkan Blogspot kembali

Membuat diary atau catatan harian adalah sebuah hobi yang unik bagi laki-laki. Tidak banyak pria yang memiliki hobi ini dan mungkin aq adalah salah satunya. Catatan terlama yang masih kusimpan adalah buku harian jaman SD yang menuliskan imajinasiku sebagai seorang detektif. Ya, dulu semasa SD aq sangat tergila-gila dengan cerita-cerita detektif. Catatan yang juga masih ada adalah semasa SMA dan yang terbanyak adalah saat di bangku kuliah S1.
Bahkan, pacarku (istriku sekarang) membuatkan buku khusus catatan harian sebagai hadiah ulang tahunku yang ke-21 (kira-kira 9 bulan sebelum aq lulus) dan meninggalkan dia selama 2 tahun sebelum akhirnya kami menikah. Catatan-catatan tersebut masih tersimpan cukup rapi, dan terkadang masih kubaca.
Account blogspot pertama kali kubuat medio 2004, dan seingatku merupakan website ke-4 yang berisi diaryku. Sayangnya aq belum berhasil me-recover diary elektronik antara tahun 2002-2004 yang tersimpan berhamburan di harddisk dan dibeberapa website lainnya (yang aq lupa dan sudah tidak bisa diakses lagi).
Selain di blogspot ini, seorang teman menawari aq untuk mengisi blog di blog.unmul.org, tempat berkumpulnya aktivis-akitivis perubahan Universitas Mulawarman, dan situs photo-blog-ku yang kuanggap cukup populer (narsis juga, ya) di arahmadi.multiply.com.
Sebagai konsekuensinya, aq bersihkan semua entri di blogspot untuk memulai sesuatu yang baru.

Menulis diari dan mengungkapkan perasaan terkadang disebut hal yang lemah dari seorang laki-laki (believe it or not, inilah tipikal asia timur), namun bagi jiwa introvert (apa iya sesorang cuma punya kecenderungan salah satu, introvert atau ekstrovert saja) seperti aq, menulis merupakan salah satu stress relieving sekaligus jurnal kehidupan yang bisa ditengok kembali di masa mendatang.

Sayangnya... ada yang sangat disayangkan.. menulis elektronik dan menulis di diari adalah 2 hal yang sungguh berbeda. Di tulisan eketronik, punctuation, penekanan, garis, dan keleluasaan dalam menggambar (aq juga senang menggambar) menjadi hilang. Karakter yang dihasilkan tidak mencerminkan suasana hati yang sebenarnya, dan itulah yang menyebabkan aq terkadang malas menulis di blog, tetapi di lain sisi, menulis di buku pun berkurang ketertarikannya.

Jadi?
for the top of my wishlist, keleluasaan nge-blog setidaknya didukung dengan model white board dibandingkan frame tempat mengetik... Bagaimana dengan Anda?

Comments

irfan said…
hihihi selamat datang kembali di blogger, mas anton. tentang diary di blogspot, sebenarnya agak riskan lho. masalahnya kan, blog ini bisa dibaca oleh semua orang. kadang, lewat blog, orang tidak sadar bahwa unek2nya atau catatan hariannya bisa jadi mengandung informasi yang berpotensi menyinggung orang lain (ada contoh kasusnya, ckckck)... salam FN (lho?)

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok