Masalah yang dipelihara

Kemarin, mendengar janji dari PLN sektor Mahakam yang akan memberikan pasokan daya listrik kepada konsumen dan memastikan black-out hanya menjadi sekitar 8-9 jam seminggu, ternyata hanya omong kosong belaka. Berapa lama terjadinya ? Gejala mati lampu sudah dimulai sejak tanun 2003 hingga saat ini.
Di tempat lain, para penerima dana ganti rugi Lapindo sampai harus mengadu ke presiden dan sang presiden pun tergopoh-gopoh ingin melihat realita lapangan yang disembunyikan para bawahannya. Ini juga sudah berlangsung 2 tahun.
Belum lagi penanggulangan bencana alam, anak-anak tidak lulus UAN, kerusuhan dan bom disana-sini, menambah kelamnya Indonesia. Apalagi kalau mau berhitung masalah korupsi. Semakin hari, kok masalah semakin bertambah. Sepertinya, setiap orang akan selalu menyalahkan pemerintah sebagai satu-satunya pihak yang dikambinghitamkan.
Sebagai manusia yang dikaruniai kelebihan untuk mengelola alam, sudah sepantasnya untuk menyadari bahwa tidak ada perubahan tanpa usaha. Usaha dimaksud adalah untuk keluar dari masalah, menyelesaikannya untuk kemudian menjadi lebih baik.
Energi negatif yang sudah terakumulasi sangat dahsyat ini, sepertinya memerlukan perubahan yang cukup drastis. Drastis bukan berarti cepat, tetapi haruslah sistematis dan tuntas. Aq sendiri masih sangat minim pengetahuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang membelit bangsa. Masalah lingkungan sekitar saja sukar untuk diselesaikan.
Apa sih yang bisa kupecahkan dari "kebuntuan" ?
1. sebagai pengajar, tentunya aq harus mengatur strategi mentransfer cara belajar, cara berfikir, dan cara menyelesaikan masalah dengan sistematis kepada para mahasiswa.
2. sebagai peneliti, tentunya yang sangat utama adalah memiliki sarana penelitian yang memadai, termasuk mengeliminir masalah listrik, resource, pengelolaa, dan bahkan mungkin cash-flow.
3. sebagai orang yang juga belajar, memiliki perpustakaan yang baik adalah tujuan utama, termasuk koneksi internet yang bisa diandalkan untuk berkolaborasi dan mendapatkan pengetahuan dari seluruh penjuru dunia.
Tiga ini mungkin menjawab pertanyaan rekan saya tentang apa sih impian hidup saya. Tidak ada lain, impiannya adalah membantu semampunya memecahkan permasalahan di lingkungan sekitar dan tidak menjadi sumber masalah bagi orang lain...
"A simple life is always meaningful"

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok