In the middle of literature review




Bingung aq.. kok baru nyadar kalau tempat tidurku jadi lebih mirip rak buku. Ya, sekarang selain harus kerja di lab, aq juga harus menyelesaikan literature review. Nasib bagi yang studinya dibatasi oleh waktu, jadi kudu semakin bisa memanfaatkan waktu. Tapi masih mending kalau cuman sekedar membuat literature review, lha ini juga ditanya..





Dengan manisnya sang pembimbing bertanya: spesies apa yang kamu temukan ? Mati kutu dah... Gimana bisa membedakan benda mikro yang kalau dibesarkan cuman mirip kapsul berbentuk koma dan transparan serta berlarian sana sini (difoto nggak kelihatan sih, soalnya diambil pada speed 3 ms, micro-second)
Bereksperimen dengan benda hidup seninya banyak. Kalau literature review bisa dikebut 3 hari 3 malam gak bobo juga bisa selesai, tapi kalau mikrobanya mogok tumbuh, atau mengundang teman-temannya untuk ikut bergabung, wah... mengulangnya bisa makan waktu 1 minggu :(
But...
Aq kok ya betah dengan semua ini ya ? Apa jangan-jangan karena pengen cepat-cepat menuju ke pendidikan tingkat selanjutnya, otakku dah permanent head damage (phd) duluan..
Kembali ke literature review, semakin ditelusuri kok malah semakin banyak yang harus dibongkar dan dikaji. Si A bilang begini, si B bilang begitu, keduanya ternyata sama-sama benar dalam sudut pandang mereka. Yang umum dari kasus begini, kita mau konsisten pake sudut pandang mana ? Atau kita buat sudut pandang baru ?
Jelasnya, bukannya literature review-nya dah selesai, malah aq bingung mo tidur dimana ? Mesti beberes dulu nih jadinya. he..he...he

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok