Menulis Jurnal


Pyuh... selesai juga...

Ya, aq kemarin duduk manis seharian untuk menulis 6 lembar makalah yang akan dikirimkan untuk sebuah seminar nasional di Indonesia. Menulis artikel ilmiah, menurutku, memerlukan 4 aspek: membaca, menuangkan dengan kata-kata sendiri, menganalisis data, dan menyusunnya dalam sebuah rangkaian.

Membaca
Ini merupakan starting point yang penting. Dalam dunia empiris, diperlukan cross-check dengan literatur-literatur sebelumnya. Apa yang diteliti sebenarnya bukanlah hal yang baru sama sekali, sehingga pasti ada unsur pendukung yang saling memperkuat. Disinilah gunanya penguasaan bahasa. Secara mayoritas, artikel ilmiah ditulis dengan bahasa Inggris, tapi tidak sedikit pula yang dipublikasi dalam bahasa lainnya.
Kemampuan berbahasa asing diperlukan untuk menemukan penelitian sejenis yang akan menopang argumen yang kita sajikan.

Menuangkan dengan perkataan sendiri
Sangat disadari, ketika pertama kali tiba, saya diberi nasihat banyak oleh tim bahasa di sini agar tidak terlalu memikirkan parafrase. Cara lain untuk menghindari plagiarisme adalah menuangkan kembali dengan pengertian kita sendiri. Tetapi ini juga mengundang kesulitan, karena persepsi kita bisa berbeda dengan maksud dari tulisan yang dikutip. Kesulitan ini, sebenarnya hanyalah masalah skill. Berlatih menulis blog dan komentar dengan bahasa sendiri menjadikan kita terbiasa untuk melakukan hal tersebut. Lama-kelamaan teknik inipun semakin nyaman untuk digunakan..
'there is no such instaneous result like avadakadvra...'

Menganalisis data
Menjadi menarik pada saat membahas hasil yang didapatkan di laboratorium, mengangkat dan menyarikannya.

Menerjemahkan bahasa laboratorium menjadi 'user friendly' adalah salah satu penghalang juga, yang seiiring dengan latihan akan membuat kita semakin terbiasa.
'Again, the current limitation is not the sky, but the skill..'

Menyusun dalam rangkaian
Aq lebih cenderung untuk membuat sebuah tulisan kemudian meminta seseorang yang bukan dari bidangku untuk melakukan proof reading. Apabila dia bisa memahami rangkaian logika yang dikemukakan, ada kemungkinan tulisan kita sudah cukup layak untuk disajikan. Menulis, selain keterampilan mengungkapkan opini, juga merupakan bahasa universal dalam menyajikan keinginan kita. Oleh karena itu, tulis dengan sejelas dan serunut mungkin.
The art of writing is the way we presenting and the perspective of reading it at different angle.

Sekarang... relax dulu ah, sambil mengerjakan tugas-tugas lain yang sudah juga mendekati due date-nya..

Menutup postingan ini, aq meminjam gaya bahasa seorang rekan: Salam menulis jurnal..

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok