Registrasi SimCard Baru


picture: search.ebay.com

Sewaktu pulang ke Indonesia, sekitar 3 bulan yang lalu, saya terpaksa membeli SIM Card baru. Pilihannya adalah Pro-XL tidak lain karena istri juga menggunakan provider ini.

Saat melakukan registrasi, saya menemukan kesulitan karena tidak bisa di-approve. Kemudian saya meminta bantuan sang penjual nomor tersebut, dan mengamati hal unik yang dilakukannya:

Umumnya cara registrasi adalah dengan mengirimkan SMS ke nomor 4444 beriksikan nama,no ktp, alamat, dan tanggal lahir. Uniknya adalah sang penjual mengisinya mirip seperti berikut:

kucing*1234567890*malaysia*01012001

Hasilnya ? Ternyata di approve, dan masuk ke pertanyaan berikutnya.

Pertanyaan terbesarnya adalah: Apa manfaatnya registrasi nomor HP apabila dengan cara ndobos saja bisa aktif ?

SIN -- siapa punya ?
Validitas pemilik nomor handphone sebenarnya bertujuan untuk mengurangi scammers dan penipuan melalui wireless telepon ini, tetapi sepertinya tidak akan efektif.
Ada dua hal yang sebenarnya bisa dilakukan:
1. menggunakan single identity number, sehingga data pemilik bisa diverifikasi dari server SIN (yang sialnya nyaris tidak mungkin diwujudkan di Indonesia)
2. melakukan closed registration di gerai-gerai handphone. Disini juga belum bisa dilaksanakan, karena memerlukan akses langsung ke Internet. Boleh dibayangkan rekan2 yang berada jauh dipelosok, tentunya akan frustrasi dengan sistem registrasi ini.

Lalu ? Dengan menggunakan asumsi statistik: jumlah orang yang baik selalu lebih banyak dari jumlah orang yang jahat, sebenarnya orang yang melakukan registrasi dengan benar jauh lebih banyak....

Tetapi, flaw theory-nya adalah: bukankah para scammers ini memang sudah berniat menipu, sehingga dengan mudahnya melakukan registrasi dengan ID yang palsu...

Seberapa data yang terverifikasi benar?
Menurut info Postel, ternyata jumlahnya sangat kecil... 3.28% ! Aje gile.

Pusing jadinya..

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Menempatkan Gagasan Ibnu Khaldun tentang Pembagian Tenaga Kerja di dalam Ekonomi Modern

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong