Soeharto: Bukti kemajuan teknologi kedokteran Indonesia

Soeharto memang berbeda. Hanya beliau rasanya yang secara konsisten berobat di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) Jakarta. Beliau, yang dinobatkan Masyarakat Transparansi Dunia sebagai pemimpin terkorup di dunia, diincar pula dalam kasus pidana dan perdata dalam angka tuntutan yang luar biasa, tetap saja bertahan di rumah dan berobat di dalam negeri.

Mantan Penguasa Orde Baru ini pula yang mampu memberikan bukti, bahwa Indonesia pun sebenarnya negara yang tidak kalah hebat dari negara-negara yang telah disebutkan di atas. Tim dokter spesialis dan tim kepresidenan, dengan total jumlah sekitar 40 orang, ternyata mampu mempertahankan kehidupan Presiden ke-2 RI ini. Hebatnya, semua tidak ada yang berbicara untuk merujukkan pak Harto ke luar negeri. Malah yang terdengar adalah: semua bisa dilakukan sendiri, karena alatnya sudah tersedia (Detik, 7 Januari 2008).

Perlakukan yang diberikan kepada mantan Presiden ini memang terdengar sangat canggih, dibuktikan dengan banyaknya nama-nama yang tidak umum terdengar di masyarakat awam, sekalipun istilah tersebut boleh jadi adalah barang lama di bidang spesialisasi kedokteran. CVVHD (alat bantu ginjal buatan) dan pace maker (pacu jantung) adalah dua alat yang ditanamkan ke tubuh mantan Penguasa ini. Alat pendeteksi pola aliran darah, thalium scan, pun turut membantu untuk mencari kesembuhan pak Harto. Tidak luput, disaat yang sungguh kritis tadi malam (11 Januari 2008), ventilator digunakan sebagai substitusi paru-paru Beliau.

Dari diagnosis, semua pertimbangan tim dokter kepresidenan, begitu pula keputusan-keputusan mereka ternyata mampu mempertahankan kehidupan Soeharto hingga hari ini. Sebuah fasilitas dan usaha luar biasa yang mungkin tidak akan pernah didapatkan oleh orang lain sebelumnya. Tapi inipun membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia pun mampu menguasai ilmu kedokteran yang demikian canggihnya.

Pertanyaannya sekarang ada dua, apakah setiap orang berhak mendapatkan fasilitas yang sama untuk menunjang kehidupan mereka, serta apakah perlakukan yang demikian eksklusif ini mampu disediakan untuk kepentingan masyarakat secara luas?
Kesuksesan tim dokter yang menangani mantan Presiden ini didukung oleh penggunaan peralatan medis yang optimum, ketepatan dan kecepatan tindakan, serta diagnosis yang sempurna. Apabila peralatan medis dengan mudah direplikasikan di instalasi-instalasi kesehatan di penjuru negeri ini, bagaimana dengan dua poin yang terakhir ?

Sungguh, kita membutuhkan banyak tim dokter kepresidenan di tempat-tempat lain, sehingga penghargaan yang kita berikan atas sebuah kehidupan menjadi lebih maksimal.

Comments

Anonymous said…
Kamu ini kog iri sama presiden, semua rakyat memang punya hak yang sama, tapi anda beda dengan presiden.
ya paham,
terus anda boleh mendapat pasilitas itu tapi kita harus punya duit, ya
karena alat,teknologi itu mahal coy

sadar ya jangan samakan saya dengan presiden

salam

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok