Dokter anak dan resep ajaibnya

Anak merupakan permata hati keluarga. Pertumbuhan, perkembangan, pendidikan dan kesehatannya merupakan hal yang utama, tidak perduli di tingkat kemakmuran apapun suatu keluarga. Kebutuhan sang anak biasanya merupakan prioritas, begitu pula dengan kesehatannya. Apabila sang anak sakit, serta merta orang tuanya akan mencari pertolongan medis yang memadai.
Di dalam dunia kedokteran terdapat sebuah spesialisasi yang mempelajari permasalahan anak. Dokter anak, singkatnya, akan menjadi ujung tombak harapan orang tua dalam menyelesaikan gangguan kesehatan yang dialami anak. Antrian yang panjang di depan ruang tunggu dokter anak merupakan bukti betapa pertolongan sang dokter dibutuhkan oleh para orang tua.
Saya kebetulan termasuk diantara orang tua yang gemar mengumpulkan salinan resep dari banyak dokter anak yang pernah didatangi dari berbagai kota di Indonesia. Setidaknya, ada lima orang dokter dari tiga kota berbeda yang resep-resepnya didokumentasi olehku. Seingatku, gangguan kesehatan yang dialami sang anak bersifat ringan, tetapi kadang beragam. Sebagai contoh, batuk disertai pilek, demam dan mual-muntah, atau beberapa kombinasi dari keempat simptom tersebut. Anakku memang kucurigai memiliki bakat penyakit asthma yang juga kuderita sejak kecil, sekalipun tingkat keakutannya tidak separah diriku saat masih seumuran dengan dia.
Yang menarik adalah resep-resep yang diberikan oleh para dokter tersebut cenderung sama apabila tidak bisa dibilang serupa. Kombinasi uniknya adalah: obat penurun panas, pengencer dahak, bakterisidal atau antibiotik, dan puyer. Karena kebetulan memiliki pengetahuan umum yang serupa dengan bidang kedokteran, maka akupun mengenal isi puyer tersebut, yang merupakan kombinasi dari: satu atau dua jenis multivitamin, anti alergi umum, pereda batuk, pengencer dahak, terkadang ada pula yang menambahkan enzim pencernaan.
Permainan yang umum dilakukan hanyalah dosis. Bahan-bahan kimia tersebut dalam konsentrasi yang tepat dapat meringankan penyakit, tetapi dalam kadar yang berlebihan akan bersifat racun. Menjadi dokter anak, mungkin yang paling lama adalah menghitung dosis yang tepat. Namun, dengan seringnya memberikan resep, semuanya menjadi di luar kepala.
Lalu mengapa..
Kebetulan karena pernah tinggal di luar Indonesia dan berhubungan dengan paramedis secara tidak langsung, dokter anak di tempat-tempat tersebut biasanya melakukan observasi terlebih dahulu, bukan dengan cara by trial pemberian obat. Obat-obatan (apalagi dengan resep ajaib yang semua ada disana) biasanya dihindari, bahkan terkadang tidak dibutuhkan. Konsep yang dianut adalah "the body can heal it self", obat-obatan merupakan sarana membantu meringankan penyakit belaka.
Tetapi, dengan ketidakmautahuan orang Indonesia, para dokter dipaksa untuk memberikan obat, sehingga apabia ada dokter yang menganjurkan untuk banyak istirahat tanpa memberikan resep ajaib, biasanya ditinggalkan konsumen.
Akan tetapi peranan dokter sebaiknya bukan sebatas penulis resep, yang oleh sebagian orang yang jeli melihat, hanyalah kombinasi dari ramuan ajaib di atas. Dokter anak seyogyanya juga memberukan edukasi tentang sanitasi, pengetahuan dasar kesehatan keluarga, serta memotivasi anak untuk makan makanan bergizi.

Comments

Anonymous said…
Assalamu alaikum….alhamdulillah, akhirnya ketemu juga blognya pak anton. Saya ingin kontak lagi sama pak anton, tapi bingung….hp sudah hilang, alamat email pun ilang…..jadi saya coba search di google … syukurlah dapat….dah pulang dari aussie pak?.....

Masih ingat saya pak?...ningsih….gorontalo…pelatihan mikrobiologi di UH tahun 2005….mudah-mudahan masih ingat ya pak…

Bagaimana kabar pak…saya lihat foto putri-putrinya….cantik dan lucu…..saya juga sekarang dah punya putri pak…namanya Nindy Auliyaa Lasut. Sekarang usianya 10 bulan. Tentang resep dokter…disini juga hampir sama….

Kalo pak anton punya waktu,..kiim email ke saya ya pak… mau dengar pengalaman di aussie…keluarga ikut semua pak? O iya.. email saya pns_maspeke@yahoo.com

Makasih banyak ya pak….mudah-mudahan tali silaturrahmi tersambung lagi. Salam untuk keluarga….

ningsih

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok