Brainstorming dengan Kominfo

Kemarin saya mewakili pimpinan UPT Distant Learning untuk acara Focus Group Discussion, semacam brainstorming yang melibatkan banyak pihak, dengan sebuah badan penelitian regional VI (Banjarmasin) di bawah Kominfo. Diantara yang hadir adalah praktisi bisnis, pengajar, tokoh masyarakat, badan perencana daerah, aparatur dan berbagai elemen yang terkait dengan pembangunan komunikasi dan informasi di Kalimantan Timur.

Acara ini sangat menarik untuk turut mendengar pendapat berbagai elemen masyarakat terkait dengan rencana jangka menengah kominfo. Diantara topik yang sangat menarik adalah bagaimana cara membangun masyarakat informasi di daerah terpencil. Pengertian daerah terpencil ini adalah daerah yang secara transportasi susah dijangkau. Akan tetapi, masyarakat daerah terpencil sebenarnya merupakan kelompok mutiara yang belum diasah, begitu juga sebagian besar potensi yang berada di kota-kota.

Adapun ide-ide pokok yang asaya sampaikan adalah:

Listrik. Hampir semua jaringan dan piranti keras bertumpu pada ketersediaan listrik yang stabil dan terjamin. Krisis energi kelistrikan di Propinsi Kalimantan Timur menjadi sumber permasalahan utama bagi pengembangan dan pemanfaatan teknologi di Universitas Mulawarman. Krisis ini sudah berlangsung selama tidak kurang 4 tahun terakhir, yang menyebabkan Universitas Mulawarman mengalami pemadaman bergilir hingga 30 jam dalam satu minggu (sekitar 25% waktu produktif). Listrik juga menjadi biang keladi rusaknya peralatan yang sensitif terhadap stabilitas tegangan serta panas, seperti harddisk, server, dan perangkat penyalur bandwidth lainny

Dana Pemeliharaan dan Pengembangan. Permasalahan ini pada umumnya dialami oleh hampir semua institusi, dimana peralatan yang diperoleh dari dana proyek tidak mendapatkan perhatian dan pemeliharaan yang cukup di masa-masa selanjutnya. Begitu pula jaringan serat optik yang mengalami kerusakan fisik akibat terlindas kendaraan proyek angkutan berat yang kerap melintas. Dana pemeliharaan juga berkenaan dengan ketersediaan bandwidth yang harus dianggarkan secara rutin, namun mengalami kendala kebijakan.

Sistem pengajian dan jenjang karir. Permasalahan ini secara umum dialami pada bagian pemeliharaan jaringan yang membutuhkan sumber daya manusia. Universitas negeri yang semua aspek pengeluarannya diatur menurut Peraturan Pemerintah dan Undang-undang belum memberikan jaminan akan tersedianya sumber daya manusia yang bekerja di bidang teknologi informasi. Dalam hal ini, Universitas Mulawarman menghimbau kepada Departemen terkait untuk membuat standar prosedur dan karir yang jelas bagi pekerja TI yang sangat dibutuhkan saat ini.

Rasio perbandingan komputer terhadap tenaga pengajar. Faktor kebijakan serta tiadanya subsidi dalam pembelian perangkat TI dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan adalah faktor yang menyebabkan biaya mahal pengadaan perangkat-perangkat sejenis di lingkungan Universitas. Apabila rasio perbandingan komputer dan sambungan internet sudah bekisar antara 1:1 atau paling tidak 1:2, maka diharapkan peningkatan kualitas output pendidikan akan semakin cepat terjadi.

Adapun menyangkut visi Kominfo, opini pribadi saya adalah Kominfo berupaya mendorong industri e-commerce sebagai cara lain untuk mendapatkan devisa negara.

Acara tersebut berlangsung cukup semarak, dan semoga membawa perbaikan bagi pengembangan departemen kominfo ke depan.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok