Masalah Sepele seputar PON 2008

Saya mungkin termasuk orang yang optimis PON akan berlangsung dengan lancar di Kalimantan Timur. Akan tetapi kalau ditanya mengenai kualitas, mungkin saya belum melihat persiapan-persiapan yang matang dari pihak penyelenggara.
Dari aspek kesiapan tempat, jalur komunikasi, dan informasi, semuanya disiapkan sebaik-baiknya, dan tentu saja semampu yang bisa dikerjakan sampai dengan batas waktu sebelum penyelenggaraan PON. Akan tetapi, beberapa hal sepele berikut belum saya lihat dipersiapkan dengan baik:
Jalur lalu lintas. Sepanjang yang saya tahu, permasalahan terkait buka-tutup jalur jembatan Mahakam akan menjadi permasalahan serius bagipara penduduk Samarinda yang bekerja di belahan lain Samarinda, tentunya yang memerlukan akses melintasi jembatan mahakam. Akankah mereka-mereka yang secara rutin melewati jembatan mahakam untuk keperluan ekonomi tersebut mendapatkan akses khusus, katakanlah stiker khusus yang dipasang di kendaraan ? Ini sepele, tapi seyogyanya, PON tidak mengganggu kenyamaman publik, karena kita mengundang tamu dalam waktu yang lama.
Anjungan ATM disekitar lokasi PON. Bagi atlet dan ofisial yang sehari-hari berada di lokasi pertandingan, keberadaan ATM adalah hal yang wajib. Apa jadinya mereka tanpa uang tunai selama 1/2 bulan di lokasi pertandingan? Betapa melelahkannya apabila mereka harus ke kota hanya sekedar mengambil uang untuk keperluan sehari-hari.
Air.. oh air Setidaknya, sampai dengan hari ini, banyak venue belum mendapatkan suplai air bersih yang memadai, padahal atlet dan ofisial sudah mulai mencoba lapangan masing-masing. Wah, kegiatan mereka pasti akan kacau-balau tuh kalau tidak ada air bersih untuk sekedar buang hajat...
Makanan layak untuk penonton dan ofisial. Terbayang, tidak ada pujasera atau sejenisnya yang beroperasi di venue pertandingan. Area akan penuh dengan pedagang kaki lima yang kebersihannya tidak terjamin. Plus ketidaktersediaan air bersih, maka akan lengkap penderitaan para ofisial dan penonton yang salah makan...

Dengan demikian, lebih baik berada di rumah sewaktu PON ? Kayaknya tidak juga karena ada masalah yang kronis disini:

Listrik. Waduh, dengan defisit listrik mencapai 27 MW plus kenaikan pemakian listrik beberapa MW lagi, maka hampir dapat dipastikan, perumahan-perumahan di Samarinda, Balikpapan, Tenggarong akan mengalami blackout yang semakin sering. Malah bisa-bisa naik 100% dari kondisi sekarang, 30 jam per minggu.

Duh sedihnya. Kalau begini, susah mengatakan bangga membangun Kaltim...

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok