Buku (otobiografi) Alan Greenspan


The Age of Turbulence: Adventures in a New World (2007), Indonesian Translation (2008). Image courtesy of CNN.com

Saya bukan orang ekonomi dan tidak tahu banyak bagaimana ekonomi dunia berlangsung. Ketertarikan akan ekonomi bermula pada tahun 2001, dimana sebuah seminar mengenalkan kepada saya soal Kejatuhan Dot-Com. Ketertarikan itu bertambah dengan seringnya saya menyimak analisis dari Bloomberg mengenai resesi dan gagalnya sistem perkreditan perumahan di Amerika, mengulang kasus serupa dalam magnitud berbeda di tahun-tahun awal Paul Volcker (Mantan Ketua The Fed, sebelum Alan Greenspan) bekerja.

Ben Bernanke (pengganti Greenspan), telah mengumumkan pemangkasan suku bunga kredit jangka pendek dan panjang, meminta kongres untuk mengucurkan dana dan fasilitas kepada beberapa lembaga keuangan (seperti Goldman Sach dan JP Morgan) serta unit prekreditan perumahan (Fredie dan Fanie) terbesar di Amerika Serikat. Saya tertarik kepada Professor yang berjenggot lebat namun bertampang serius tapi ramah ini lebih karena statusnya sebagai Gubernur The Fed yang menggantikan Alan Greenspan.

Di tahun 2008, saya mendengar bahwa Alan Greenspan meluncurkan sebuah buku, cukup telat mengingat saya berada jauh dari keramaian dunia. Saya sangat tertarik untuk membeli buku-nya Greenspan, yang bahkan sebelum membelinya, telah membuat saya berkeliling ke sudut-sudut Ibukota (Jakarta) untuk mencari versi Bahasa Inggris-nya yang saya rasa pasti lebih baik dari terjemahannya.

Alan Grenspan adalah tokoh fenomenal, lima kali diangkat sebagai Chairman The Fed (The Federal Reserve of United States) dalam masa jabatan hampir dua dekade ! Dia adalah salah satu dari sangat sedikit tokoh yang mampu bekerja sangat profesional, mengabdikan diri untuk bangsanya, bukan hanya sebagai Ketua The Fed, di bawah kepemimpinan enam Presiden Amerika Serikat !

Greenspan juga tokoh yang sangat disegani dan disimak pasar Amerika, dia juga pengagum sejati teori ekonomi pasar (bebas). Salah satu pernyataan yang dipercayainya adalah: ekonomi memperbaiki dirinya sendiri (hal. xviii), dan memang sepertinya itu berlaku di Amerika (dan negara-negara penganut teori ekonomi pasar). Jenius yang mengaku konservatif terhadap arus fiskal ini menuliskan sekelumit kisah dari perjalanan hidupnya yang panjang sebagai ketua The Fed dalam buku setebal 555+18 halaman, yang cukup enak untuk dibaca.

Dalam buku yang mungkin ditujukan untuk otobiografi-nya, di bab-bab pembuka, dia bercerita bagaimana caranya memahami perekonomian makro dari basis pemahaman atas beberapa industri spesifik yang tekun digelutinya lebih 20 tahun, sebelum menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral itu. Adalah kemampuan analitisnya yang di atas rata-rata kemampuan analis lain, minatnya atas industri logam (baja dan aluminium) dan pergaulannya yang dekat dengan The Centre of Excellence (para profesor dan analis keuangan senior), membuatnya memiliki sumber daya yang luar biasa saat mengembangkan Firma Konsultasi Townsend-Greenspan. Sebelum menjadi Ketua The Fed, dia adalah ketua Dewan Pertimbangan Ekonomi presiden (CEA) di era Nixon/Ford.

Greenspan mengangkat cerita resesi Jumat kelabu, dimana indeks saham turun 22,6%, yang terjadi di awal-awal kariernya. Dia bercerita pula tentang economic bubble yang dialami perusahaan hi-tech (dikenal dengan dot-com) dalam satu bab khusus, antusiasme yang berlebihan. Dalam beberapa hal, dia mencoba memperingatkan dan secara kolektif mengambil tindakan dengan menaikkan suku bunga dalam mencegah kejatuhan dot-com ini. Akan tetapi, seperti yand sering dikutipnya dalam beberapa bab, terkadang The Fed dibenci Kongres karena "mengambil anggur-anggur tepat saat pestanya mulai menghangat".

Dalam hal menilai rekan kerja, Greenspan mengungkapkan segala sesuatunya dengan jujur, misalnya dia tidak menyukai Presiden Nixon, sekalipun menyanjungnya sebagai salah satu presiden tercerdas yang pernah ada selain Bill Clinton. Saya rasa, dia menjadi pengagum Bill Clinton, sekalipun Greenspan mengakui sebagai seorang Republikan, setelah presiden dari Demokrat ini banyak mengambil langkah perbaikan fundamental dan konsisten dalam dua kali masa kepemimpinannya. Jerry Ford, juga merupakan pemimpin negara yang dikaguminya, selain Reagan. Adapun mengenai George W. Bush Sr. dan Carter, Greenspan berkomentar dengan sangat hati-hati (Bab 5: Senin Hitam dan 7: Agenda Seorang Demokrat).

Greenspan jauh dari Thomas Friedman, reporter yang memenangi tiga penghargaan Pulitzer serta penulis buku populer "The World is Flat", dalam gaya bertutur di dalam buku. Mantan ketua The Fed ini sangat berhati-hati dalam menyampaikan pengalamannya, yang dalam banyak kasus menyebabkan buku ini tidak gamblang bercerita kasus per kasus kegentingan yang terjadi selama dia memimpin The Fed. Kehati-hatiannya sangat tersirat dari halaman demi halaman bukunya, ini menyakinkan pembaca, bahwa dia mungkin memegang hampir seluruh rahasia kesuksesan keuangan modern Amerika Serikat.

Terlepas dari kelemahannya dalam menyajikan otobiografi terperinci dan sistematis (yang menurut saya disengaja demi alasan keamanan nasional), Greenspan menyajikan banyak kasus makro ekonomi yang tidak akan habis untuk didiskusikan bertahun-tahun ke depan. Dia adalah legenda hidup yang betul-betul paham akan jatuh bangunnya sistem ekonomi kapitalis yang dianut Amerika saat ini. Sistem ekonomi yang dibangun atas kekuatan pasar, berbasiskan kepercayaan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Walaupun saya masih relatif buta terhadap seluk-beluk sistem ekonomi kapitalis, setidaknya sejak tahun 1930, dimana standar emas dihapuskan, sistem ini yang satu-satunya bertahan di dunia saat ini. Mengenai sistem ekonomi pasar ini, Greenspan pun terkejut akan kecepatan pemahaman dan seriusnya adopsi yang dilakukan oleh China, The Raising Giant dalam ekonomi dunia.

Greenspan menutup perbincangan dengan prediksi masa depan, yang dalam opininya, akan mencari keseimbangan baru berkaitan dengan sumber energi baru selain minyak. yang telah menyebabkan persaingan dunia, termasuk invasi Amerika atas Irak dan Afganistan. Sebuah kesimpulan yang kurang lebih sama dengan laporan investigasi Friedman dalam "Addicted to Oil" yang juga dipublikasikan di tahun 2007.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok