Cara Ilmiah Tes Keaslian Supriyadi

Rame berbicara tentang kontroversi Andaryoko yang mengaku Supriyadi menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI, membawa ide-ide segar bagaimana cara menguji keaslian statement dari sang pembuat berita.

Berikut rangkuman metode ilmiah yang bisa dilakukan:
1. Apabila terdapat keluarga kandung yang diyakini masih hidup, maka perlu dilakukan test kecocokan DNA. Tes ini sangat akurat untuk membuktikan kecocokan DNA antar anggota keluarga, terutama yang masih satu garis keturunan. Secuplik sel organik dari beberapa anggota keluarga dan Andaryoko diambil untuk diekstrak DNAnya. DNA yang berhasil diekstrak lalu digandakan dan diperbandingkan pada lembar analisis. DNA yang identik akan memiliki kesamaan pada beberapa pita yang tampak di atas lembar analisis setelah dibawah sinar dengan panjang gelombang tertentu.

2. Uji validitas bukti. Uji ini dapat dilakukan dengan cara uji Karbon-14, isotop yang mampu menceritakan usia sebenarnya tiap-tiap bukti yang diajukan. Jadi, apabila baju Menteri yang (pernah) dikenakan, pedang samurai yang disajikan, serta foto-foto dan surat-surat kuno tersebut memang berusia tua (katakanlah 65 tahun atau lebih), dengan metode ini pasti akan ketahuan usia aslinya. Metode ini umum digunakan arkeolog dalam menaksir usia sebuah barang peninggalan sejarah. Digunakan pula oleh para pelelang dalam menghargai keaslian produknya sebelum ditaksir nilainya.

3. Uji wawancara dan kros cek dengan pelaku sejarah. Sekalipun sudah 65 tahun peristiwa berlalu, pasti masih ada satu dua pelaku sejarah yang mengenal sosok Supriyadi. Gaya bahasa seseorang, gaya jalan, tulisan dan kebiasaan-kebiasaan tertentu (seperti memegang kuping, mengusap hidung, menggaruk kepala, menggoyangkan kepala, mengetukkan kaki atau jari, dsb) merupakan biometri yang mungkin masih diingat oleh para pelaku sejarah.

Ada yang mengusulkan penggunaan Lie detector. Dalam kasus seseorang yang sangat menjiwai perannya, sehingga dalam dirinya tidak lagi bisa membedakan kenyataan dan peran, perangkat uji kebohongan akan menghadapi tantangan luar biasa. Ini dapat menurunkan efektifitas uji kebohongan, atau menghasilkan "false negative", kesalahan negatif yang dalam hal ini adalah sebenarnya berbeda tetapi diintepretasikan sama.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok