Saat Qantas menjadi kurang pantas

Qantas, The Flying Kangaroo, adalah maskapai penerbangan kebanggaan Australia. Dahulu, ia termasuk deretan airline terbaik dunia yang mengangkut turis-turis Eropa, Amerika maupun Asia ke berbagai tujuan di Australia.



Akan tetapi, Qantas dalam 1 tahun belakangan mengalami 3-4 kali insiden yang berkenaan dengan aspek keamanan. Insiden-insiden ini misalnya: lambung pesawat yang robek, tergelincir saat mendarat, hidrolik yang tidak bekerja, serta macam-macam insiden kecil lainnya. Seandainya penerbangan ini dimiliki negara seperti Indonesia, boleh jadi indeks kepercayaan konsumennya akan jauh lebih merosot.

Saat insiden lambung pesawat dibagian bagasi robek dan tergelincirnya Qantas di bagian utara Australia, CEO Qantas pun mengundurkan diri.. Sebuah tindakan yang paling lazim dilakukan untuk memulihkan kepercayaan konsumen dengan segera. Ini adalah sisi positif. Apa yang terjadi kemudian, ternyata insiden-insiden kecil tidak berkurang, itu artinya ada masalah lebih prinsipil terkait dengan maintenance ataupun pemeriksaan rutin pesawatnya.

Tercatat jenis-jenis pesawat yang mengalami masalah memang beragam. Dimulai dari seri 747, 767 hingga A330. 60% masyarakat Australia meyakini memang ada yang salah dari manajemen keamanan Qantas menurut Sydney Morning Herald baru-baru ini.

Jadi, dalam bisnis penerbangan tidak ada istilah status quo terhadap kualitas penerbangan airline. Ia harus terus dan selalu dijaga...

Ref: Gambar dari www.boston.com

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok