Susu yang makin mahal


Gambar: pribadi.

Kemarin kami belanja susu bulanan. Masih ingat sekali, di akhir bulan Ramadhan, harga susu Sustagen Kid 3+ berada di kisaran Rp. 88.000 untuk kaleng ukuran 1 kg. Saat ini (yang hanya selisih 2 minggu dari tanggal belanja terakhir), harga susu tersebut sudah menjadi Rp. 93.000 untuk ukuran yang sama.

Kalau mau gali-gali struk belanja 3 bulan sebelumnya, harga susu di bulan Juli masih berkisar Rp. 79.000, yang kemudian naik menjadi Rp. 88.000 di bulan Agustus.

Rupanya sinyalemen yang saya terima di pertengahan tahun ini tentang harga susu akan dinaikkan hingga 30% adalah benar. Kasihan rakyat. Mungkin tepatnya, kasihan juga keluarga kami. Untuk susu saja, kami harus mengeluarkan nyaris Rp. 800.000,00 per bulan untuk keperluan dua orang anak balita.

Adakah kebijakan pemerintah terhadap proteksi masa depan anak bangsa. Khususnya pembedaan rate susu balita vs susu konsumsi dewasa ? Seperti halnya di Australia, susu vanilla dan pasteurized milk bebas ppn, sementara susu beraroma dikenakan ppn.

Ataukah memang pemerintah beranggapan susu termasuk barang yang mendatangkan pendapatan pajak, sekalipun itu mengorbankan perbaikan kualitas gizi balita kita ?

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa