Berhakkah mahasiswa menilai dosennya?

Ya, ini adalah sebuah pertanyaan mendasar dalam konsep mendidikan. Guru dan dosen secara umum dianggap panutan ilmu atau orang yang lebih mengetahui tentang suatu ilmu di masyarakat. Profesi-profesi tersebut menjadikan guru dan dosen memiliki hak untuk mendidik dan mengajarkan ilmu. Dengan sendirinya, memberikan penilaian kepada murid/mahasiswa adalah bagian dalam proses pendidikan itu.

Lantas apa yang menyebabkan murid/mahasiswa dapat memberikan penilaian kepada guru/dosen? Perbaikan kualitas mungkin jawaban yang cukup tepat. Akan tetapi sebenarnya dalam konsep jasa, murid/mahasiswa adalah konsumen jasa guru/dosen. Sebagai konsumen, mereka berhak menilai dan mendapatkan layanan yang maksimal.

Atas dasar itulah mahasiswa dapat memberikan penilaian kepada dosennya.

Sektor apa yang dinilai?
Sekali lagi dalam konsep jasa, layanan prima selalu memiliki beberapa indikator kunci. Contoh dari indikator-indikator tersebut adalah kesiapan melayani, memberikan yang terbaik, memenuhi komitmen dalam pelayanan, hingga memberikan after-sales yang baik. Dalam pendidikan, semua indikator ini diejawantahkan sebagai berikut:
1. komitmen dosen terhadap ketepatan waktu
2. komitmen dosen terhadap kualitas pengajaran: modul, cara, penggunaan alat bantu
3. objektivitas terukur dalam proses penilian
4. respons balik dalam proses penugasan dan tanya jawab selepas mengajar (after-sales)
5. komitmen dosen terhadap ilmu, dilihat dari keaktualan bahan dan tentunya kesesuaian dengan konsumen-konsumen lulusan PT.

Apa yang aktual sekarang?
Pendidik bukan hanya sekedar mentransfer ilmu yang dimiliki, tetapi juga membentuk karakter. Karakter apa? karakter kaum terdidik, yaitu:
1. kemandirian
2. kejujuran dan berpegang pada prinsip-prinsip kebenaran
3. menghasilkan solusi dari hasil mengolah fakta-fakta yang diperlukan
4. empati!

Jadi?
Dalam upaya mencapai tujuan menjadi pendidik, konsumen (dalam hal ini mahasiswa) sangat berhak membantunya, dengan memberikan penilaian balik atas kinerja sang dosen. Dalam memberika penilaian, tentunya tidak boleh sungkan. Kalau memang sang dosen hanya berhak dapat nilai 4 dalam skala nilai 10 untuk poin penilaian tertentu, berikanlah nilai itu!

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa