Membangun Kota

Ini adalah opini saya, dan saya bukan ahli dalam membangun kota ataupun memiliki kemampuan perencanaan kota. Hanya saja, saya punya impian tersendiri akan Samarinda, kota kelahiran yang sampai sekarang masih kudiami.

1. Paradigma "naik" atau "meluas"
Saya melihat, pola perencanaan kita masih acak-acakan. Terkadang menggunakan paradigma naik (maksudnya membangun kota dengan konsep menggunakan wilayah sekecil-kecilnya, atau berkonsep gedung-gedung tinggi), atau paradigma meluas.

Disini, saya bisa mengambil contoh Belanda dan Australia. Dibandingkan Australia, luas wilayah Belanda hanya seujung kuku. Jadi tentunya paradigma pun harus berbeda. Begitu pula Samarinda dan Kalimantan Timur pada umumnya.

Apa paradigma kita? Padat & Kumuh? Coba Anda lihat di jalan-jalan. Dibandingkan dengan Palembang dan Balikpapan pun, Samarinda masih jauh dari memiliki satu paradigma tata kota yang konsisten.
Wisata andalan Palembang yang sudah mapan, Sungai MusiWisata andalan Sydney yang terkenal dan membawa jutaan turis asing, Sydney Opera dan Harbour Bridge

2. Taman dan Polder
Sebenarnya dengan cap sebagai daerah yang sama rendah dengan air, kita bisa membuat kota kita punya keunikan sendiri. Kota Polder. Kita perlu membangun disana-sini, polder-polder yang teduh, yang kiri-kanannya ada taman dan parkiran cukup luas, sehinga kota kita terlihat sejuk.

Lokasi salah satu residensial di Sydney yang rata-rata memiliki taman.

3. Wisata sungai Karang Mumus
Seandainya ada taman dan jalur paving blok yang cukup besar di kiri-kanan Sungai Karang mumus, dimulai dari Gunung Lingai hingga Muara Karang mumus (Jembatan I), plus penerangan yang memadai, kota Samarinda pasti hidup pariwisatanya. Ini yang dilakukan di Palembang, Melbourne, hingga Sydney. Penataan tepi sungai/pantainya luar biasa, tetapi juga tidak memakan biaya asal kosisten dan terus menerus meningkat selama beberapa puluh tahun.

Jalan Muso Salim dan semua jalan yang melintas di pinggir sungai sebenarnya bisa ditata ulang dengan sangat baik, bersih, punya parkiran memadai, dan ditingkatkan keamanannya.

Lokasi jalan kaki di Sydney Circular Quay yang meriah di malam hari.

Biarkan Pemprov membangun Tepian, Kota Samarinda perlu membangun Karang Mumus.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa