Nikotin, tidak selamanya buruk?

Tebak boleh tebak, mungkin ini bisa jadi topik yang menarik seputar dilarang/tidaknya rokok. Nikotin, senyawa yang terdapat dalam Nicotiana tobaccum, alias tembakau mungkin berguna bagi kesehatan.


An illustrative image of a man consuming nicotine from BBC.co.uk

Nikotin merupakan salah satu inhibitor alami bagi Cholinesterase. Penggunaan nikotin dalam pestisida bergantung pada aktivitas terhadap penghambatan enzim ini. Ia dapat mengakibatkan kehilangan keseimbangan, susah bernafas dan akhirnya menyebabkan kematian pada serangga. Penjelasan yang rada ngejelimet (sama! saya juga pusying!) tentang Cholinestrease dapat disimak di tautan ini.

Akan tetapi, menariknya penghambatan enzim Cholinesterase juga menyebabkan penurunan agresivitas, paranoia, hingga ngomong ngalor-ngidul atau berfikir tidak jelas tujuannya (wandering). Tiga simtom terakhir ini yang umumnya ditemukan meningkat pada penderita Alzheimer. Lalu dimana menariknya? Si nikotin itu ternyata mampu menghambat gejala-gejala ini. Muncullah pertanyaan, apakah nikotin bisa digunakan sebagai sarana terapi Alzheimer?

Oh ya, keunggulan lain nikotin adalah kemampuannya menembus blood-brain barrier, atau sebuah mekanisme yang mencegah senyawa-senyawa untuk dapat langsung beredar di otak. Jadi, tentu saja apabila ada teknologi yang bisa menggabungkan kehebatan nikotin (atau nicotine like?) dengan obat-obatan lain yang mencegah produksi Cholisterase secara berlebihan sekaligus mengurangi inflamasi dan menurunkan kadar beta-amyloid, tampaknya Alzheimer bisa dikurangi dampaknya. Sudah ada yang mencoba? Sudah, ini tautannya. BBC juga melaporkan hal ini. Kembali ke tahun 2007, Science Daily pernah melaporkan usaha-usaha pembuatan nicotine drug ini.

Despite its benefit, nicotine should not be consumed by smoking as it would induce an exact opposite effect.[Prof Ballard]

Sejauh ini, sebuah perusahaan yang mengembangkan pengobatan melalui mekanisme nicotine-like belum dapat menunjukkan efikasi yang memuaskan bagi pelanggan-pelanggannya.

Note: artikel pra-hipotesis ini terinspirasi sebuah tulisan di Science Daily.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa