Sudut kota yang (masih) layak dikunjungi

Sedih amat ya judulnya. Tapi begitulah setidaknya opiniku. Ini berkaitan dengan kawasan yang dipuja-puja sebagai tempat ngumpul dan bercengkramanya orang-orang di Samarinda, sekaligus dibanggakan sebagai tempat wisata dalam kota.

Tulisan ini mungkin akan jadi banyak seri, tapi kita mulai dulu dari kawasan Tepian. Saya bersepeda dari Pertigaan RE Martadinata, Antasari, dan Gajah Mada untuk melihat-lihat daerah yang sudah lama tidak pernah saya lewati. Kawasan pinggir sungai di depan perkantoran yang mentereng inilah yang disebut sebagai Tepian.

Dimulai dari menyebrang di lampu merah di depan Bank BTN (simpangan Jl Pasundan), saya sudah takut tertabrak, akibat banyaknya pelanggaran lampu merah oleh sepeda-sepeda bermotor. Agaknya motorists tidak perduli apakah lampu lalu lintas saat itu menunjukan warna merah, kuning, atau hijau, pokoknya asal kosong sikat saja. Belum lagi yang ngebut. Wal hasil saya perlu 2x lampu merah hanya untuk menyebrang jalan sempit itu.

Sesampainya di seberang jalan, tepatnya persis di trotoar pertigaan Gajah Mada dan Pasundan, saya sudah dihadang oleh lobang menganga dari parit-parit di trotoar. Lubangnya cukup buat anak bayi kejeblos, atau ban sepeda saya melesak dan rusak. Untungnya mata ini masih cukup baik.

Disini saya mengambil spot foto yang pertama:

Foto ke arah Samarinda Seberang.

Foto ke arah Jembatan Mahakam
Foto ke arah Kantor Gubernur

Lanjut sekitar 100m ke arah Kantor Gubernur, saya bertemu dengan penjual bunga-bungaan. Sebenarnya menarik, tapi sayang karung-karung pupuknya disampirkan begitu saja di pagar-pagar pembatas yang banyak sudah bolong (entah karena vandalisme). Oh ya saya juga menemukan sisa-sisa sampah teronggok begitu saja.


Foto Landmarknya Samarinda
Salah satu pohon, lihat background-nya. Ada terpal biru....

Sebuah kapal kontainer lagi menunggu bongkar muat.

Tadinya mau foto lebih banyak, tapi sayang karena bendera parpol dan rokok bertaburan dimana-mana, membuat saya jadi males motonya.

Oh ya, ada satu lagi. Saya tidak menemukan rasa aman disana. Mungkin ini berbeda dengan pendapat orang. Tapi, coba saja, Anda datang bawa iPod, atau pake baju rada-rada keren, atau nenteng kamera digital. Dijamin Anda akan diamati beberapa pasang mata, yang membuat Anda tidak betah dan pengen cepat-cepat cau...

Opini saya:
  1. Kawasan Tepian bukan menjadi kawasan ramah pengunjung, tapi ramah pedagang yang tidak menjaga kerapian lokasi itu.
  2. Vandalisme dan sampah adalah fenomena yang menambah malas pengunjung, belum lagi naungan yang kurang di siang hari.
  3. Iklan bertebaran dimana-mana, termasuk bendera Partainya SBY yang nongkrong di puncak air mancur yang sudah tidak berfungsi lagi, tepat di depan kantor gubernur pula! Belum lagi baliho iklan rokok di sepanjang jalan yang asal tempel, membuat mual jiwa fotografi.
  4. Untuk objek foto? Waduh kalau mau di-rating, kayaknya kalau gak terpaksa, gak usah deh.
Rating untuk tujuan wisata:
Kebersihan: 2/5
Kerapian (termasuk fungsi fasilitas umum): 2/5
Parkir: 2/5
Jadi obyek foto: 1.5/5
Keamanan: 1/5
Keseluruhan: 2/5

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa