Zoonosis

Masih ingat flu burung dan SARS? Ya, mereka adalah flu yang mematikan, berpindah dari unggas dan kelelawar ke manusia. HIV dan Ebola adalah dua virus yang didakwa ditransfer oleh primata di Afrika ke manusia. Hasilnya? Sangat mematikan dan sangat canggih.

Saat ini, disaat peneliti-peneliti telah bermain di tataran DNA, penyakit-penyakit yang berasal dari virus-virus hewan tetap saja menghantui. Setiap muncul mutasi, apalagi yang bersifat polimorfis seperti HIV memerlukan usaha yang sangat lama untuk dapat ditemukan obatnya.

Beruntung rupanya alam masih memberikan ampun dengan memberikan banyak kelemahan pada virus-virus seperti pada Ebola. Bila tidak, mungkin seluruh populasi manusia bisa habis dalam waktu yang sangat singkat sebagai ulah dari virus-virus ini.

Bukan menakut-takuti, manusia memang perlu berterima kasih dengan alam, padahal setiap kali alam dieksploitasi manusia dengan berbagai cara yang semakin canggih. Para peneliti menyebutkan, sebab utama dari zoonosis dan kemunculan berbagai penyakit, tidak lain disebabkan oleh perilaku manusia itu sendiri. Bahkan, akhir-akhir ini, peneliti menyimpulkan bahwa trend zoonosis semakin meningkat.

Tengoklah sapi yang diberi makan jeroan sapi itu sendiri. Maka merebaklah BSE. Apaan tuh? BSE adalah singkatan dari bahaya sapi edan, alias Bovine Spongiform Enchepalopathy.Untungnya penyakit sapi yang satu ini belum memunculkan tanda-tanda mutasi sehingga dapat menyerang manusia. Bayangin seandainya bisa, otak manusia bakal kopong kayak spons! Repot juga.

Oleh karena itu, berlaku bijaklah dalam mengeksporasi dan memanipulasi alam...

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa