Demam Facebook

Mungkin berita basi, karena Facebook sudah beberapa tahun berdiri, dan sudah banyak sekali yang menjadi anggotanya. Tapi, di beberapa tempat, inilah yang terjadi.
Demam Facebook ini salah satunya disebabkan kampanye Presiden AS ke-44, Barack Obama yang salah satunya menggunakan Facebook. Jadilah trend ini diikuti oleh para politikus di Indonesia. Begitu pula di daerah saya, Kalimantan Timur.
Banyak bermunculan profile-profile baru setengah tahun ke belakang, tidak sedikit diantaranya adalah politikus. Beberapa hari yang lalu, saya ditanya: "punya facebook nggak?". Heran juga, padahal kan tinggal search nama sudah nemu profile saya..
Tapi, cek dan ricek terhadap akun di situs jaringan sosial ini, ternyata saya masuk dalam network Postgraduate Student UNSW, belum jadi anggota network Indonesia. Pantas saja gak nemu profile saya :)
Setelah join sana dan sini, saya mendapatkan beberapa kenalan lama yang sudah memiliki profile di Facebook. Tapi kenapa situs ini lebih berdaya tarik dibandingkan Friendster?
Mungkin start awalnya karena kekuatan Facebook adalah untuk mencari sohib-sohib yang lama sekali terpisah di belahan dunia lain, akhirnya bisa terlacak karena fitur networking-nya yang cantik.
Facebook adalah fenomena yang membawa banyak dosen-dosen (bahkan para Professor!) turut punya akun disana. Lain dengan Friendster yang imagi-nya adalah situs untuk anak muda, dan remaja. Jadi saya tunggu Anda di Facebook saya...

Comments

Sudiyanti said…
nice blog, anton. keep writing :)

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa