Petir dan Batu Petir

Kalau mau dibilang kejumudan, boleh jadi mungkin benar dalam kasus dukun anak (sakti) di Jombang. Dalam hal ini, baik masyarakatmaupun wartawan tidak melakukan cross check kepada prinsip-prinsip keilmuan empiris. Padahal, Allah menyatakan segala sesuatunya bersifat sebab-akibat, walaupun ada celah mukzizat disana.

Tanpa perlu merangkum berita tentang dukun cilik (yang katanya sakti ini), saya mencoba melihat dua aspek: petir dan batu petir.

Petir.
Statistik di negara maju menyebutkan tingkat keselamatan jiwa seseorang yang disambar petir adalah 5 dari 6 orang (ref). Jadi cukup tinggi, dan tentunya ini bukan karena mukzizat. Beberapa penyebabnya adalah keringat dan air yang membasahi tubuh akan mengalihkan "jalur" listrik dari mengoyak organ-organ dalam penting seperti Jantung menuju lapisan kulit manusia. Beberapa hal 'sepele' seputar tongkat golf, tongkat kayu basah merupakan penyelamat utama manusia dari efek sambaran petir.
Kerusakan sistem syaraf, perubahan metabolisme, dan sebagainya sangat mungkin terjadi (contoh kasus) dan sifatnya sangat random. Akan tetapi, 'sentuhan langit' oleh sebab petir sehingga seseorang menjadi 'sakti' sangat mungkin dipertanyakan validitasnya.
Sekali lagi, disambar petir dan selamat, menurut catatan statistik, tingkat kemungkinannya tinggi.

Batu petir.
Sama halnya dengan proses geologi bebatuan. Tanah, pasir (silika), dan batuan yang terkena efek petir akan mengalami perubahan yang sangat cepat, misalnya penguapan air sampai pencairan dan penyatuan partikel secara parsial. Efek petir terhadap pasir, tanah dan batuan ini dikenal dengan istilah fulgurite.


(c) 2002 Andrew Alden, licensed to About.com, Inc.

Boleh jadi dalam proses sekejap mata itu, ada komponen tertentu yang terbentuk. Akan tetapi, kebanyakan studi menyebutkan bahwa komponen-komponen 'asing' jauh lebih mungkin ditemukan di bebatuan meteorit dibandingkan bebatuan yang tercipta akibat efek petir. Di seluruh dunia, bebatuan yang tercipta akibat sambaran petir banyak ditemukan dan dijual sebagai barang koleksi. Literatur lain yang menarik untuk menambah pengetahuan seputar fulgurite ini dapat ditemukan di tautan ini.

Comments

Nurwana said…
saya juga punya batu petir/orang bilang gigi petir dua biji kalo bisa si mau dijual

hubungi di nurwanaai@yahoo.com
THE SOLDIERS said…
aku juga punya gigi petir. dapat didaerah Takengon Aceh Tengah waktu penugasan Ops Darurat Militer 2003. yg berminat hub di gaty_jaya@yahoo.co.id

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa