Saya juga bisa!

Sering kali kita merasakan hal ini. Apalagi bagi rekan-rekan yang terbiasa dengan fierce competitions di jalanan (bisnis). Ungkapan saya juga bisa merupakan sebuah upaya untuk menjadi salah satu survivor. Tapi sebenarnya ungkapan ini dapat menjadi kurang berarti:
  1. Saya juga bisa (dengan lebih baik) artinya kita menempuh jalan yang sama, mencoba melakukannya dengan lebih sedikit kesalahan dan memperoleh hasil yang menurut kita lebih memuaskan.
  2. Saya juga bisa (dengan cara lain) artinya kita menempuh jalan yang sedikit bersentuhan (mungkin bahasanya lebih cocok sebagai forking), mencoba melihat parameter lain, dan hasilnya ternyata sebuah kesuksesan yang lain.
  3. Saya juga bisa (dengan menjatuhkan Anda) artinya Anda akan berjalan dengan jalan yang persis sama, bahkan lebih buruk, karena Anda akan mengusik kehidupan orang lain.
Di lain sisi, 'saya juga bisa' dapat berkonotasi negatif, merendahkan/meremehkan orang tersebut. Ujung-ujungnya adalah mendiskon keberhasilan orang lain dengan berandai bahwa kita bisa melakukannya lebih baik dengan semua asumsi positif yang berasal dari angan kita (padahal belum tentu kenyataannya demikian).

Oleh karena itu, pada saat kita berfikir 'saya juga bisa', tariklah nafas dan berfikir ulanglah: 'dia beruntung sudah menemukan jalannya'.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa