Safety of Cocoa Products

Original Link: http://www.foodreview.biz/preview.php?view&id=55838

Sekalipun Indonesia menjadi produsen kakao terbesar ketiga di dunia, kualitas dan kuantitas ekspor kakao nusantara diklaim terus menurun sejak beberapa tahun terakhir. Instabilitas harga kakao di pasar dunia, merupakan salah satu permasalahan yang sering dijadikan tumbal untuk komoditas ini.

Akan tetapi, kita sering lupa bila kualitas juga menentukan harga. Tidak sedikit produk kakao asal Indonesia yang mengalami automatic detention di negara-negara tujuan ekspor, utamanya Eropa dan Amerika. Dari sudut pandang kualitas, kita harus mengakui bahwa terdapat masalah-masalah mendasar yang perlu dibenahi untuk komoditas kakao nusantara.

Biji kakao yang baik, menurut standar perdagangan dunia adalah yang terfermentasi sempurna, berbau khas kakao, tidak mengandung kotoran fisik, serangga, dan jamur. Batas toleransi off-grade yang diperkenankan kurang dari 3% dari bobot keseluruhan.
Berdasarkan pengamatan dan berbagai hasil penelitian kakao di Indonesia maupun dunia, permasalahan kualitas biji kakao dapat dibagi ke dalam beberapa golongan besar yaitu pemalsuan mutu (adulterasi), residu pestisida dan logam berat, bakteri enteropatogen dan salmonela, jamur dan mikotoksin, serta isu terbaru senyawa Advanced Glycation Ends (AGE) sebagai produk samping proses penyangraian (roasting).

Baca Lebih lanjut

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa