Komisi8

Hari ini tepat empat hari kedatangan Komisi VIII DPR-PRI yang membidangi masalah Agama, Sosial dan Kesetaraan Gender serta Anak ke Australia dalam rangka studi banding Rancangan Undang-undang Fakir Miskin. Update (3/5): saat tulisan ini selesai, rombongan Komisi VIII DPR RI telah berada kembali di Indonesia.
PPI-Australia memberikan reaksi keras namun dibingkai bahasa yang halus menanggapi adanya kunjungan ini. Setelah komunikasi dua arah terjadi dimana Komisi VIII yang berkunjung juga aware akan hal ini, agenda kunjungan mereka, utamanya acara makan malam diubah formatnya sehingga memungkinkan perwakilan-perwakilan PPI-Australia untuk hadir di dalamnya. Tercatat lima sesi dari kunjungan tersebut yang diganggu oleh PPI-A diantaranya makan malam di Konsulat Jenderal Sydney, KBRI Canberra, dialog pagi dengan ABC Australia, kunjugan ke Department of Health and Services Australia, dan makan malam beserta dialog yang disiarkan langsung Radio PPI Dunia dari KJRI Melbourne. Transkrip dari diskusi dan rekamannya akan disediakan online oleh rekan-rekan PPI-Australia cabang Victoria. Update (2/5): sesi 1, sesi 2.
Beberapa catatan yang perlu disampaikan adalah, ternyata pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan wakil-wakil PPI-Australia tidak dapat dijawab dengan memuaskan, misalnya soal proses terjadinya studi banding (penentuan tujuan, peserta, Linkdan persiapan keberangkatan), hingga susahnya melakukan kontak dengan komisi VIII (misal: SMS tidak dijawab, email yang ternyata fake hingga website pribadi yang suspended). UPDATE PENTING dari rekan yang membuat email tersebut: Pada tanggal 5 Mei 2011 Jam 08.01 waktu Canberra, alamat komisi8@yahoo.com sudah diakuisisi orang (sesuai notifikasi dari blackberry service)
Dari timeline tweet PPI-Australia, diketahui bahwa setelah ini PPI-Australia akan melakukan evaluasi terhadap kunjungan Komisi VIII di Australia ini. Update (3/5): evaluasi tahap akhir sudah dikirimkan dan tersedia online.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa