Membangun Universitas (7): Memberikan kebanggaan

Salah satu strategi sukses meningkatkan kualitas mahasiswa secara keseluruhan adalah dengan memberikan kebanggaan pada mereka. Kebanggaan yang seperti apa yang perlu diajarkan?

Pertama, rasa bangga terpilih menjadi mahasiswa di universitas negeri seperti Universitas Mulawarman. Bagi rekan-rekan mahasiswa yang berasal dari pedalaman dan daerah lainnya, menjadi mahasiswa adalah sebuah pencapaian yang sangat berarti.  Bukan satu dua saya menjumpai rekan-rekan mahasiswa yang merupakan calon sarjana pertama dari keluarga mereka. Ini adalah sebuah kebanggaan yang perlu didorong dan dimotivasi agar mereka dapat terus berkembang. Upaya yang dilakukan disini misalnya dengan menghadirkan banyak narasumber penting di kegiatan-kegiatan akademik, seperti misalnya kuliah tamu.


Kuliah Tamu PT Teladan Prima Group, November 2014

Kedua, rasa bangga terhadap apa yang mereka ternyata mampu lakukan selama menjadi mahasiswa. Sudah terlalu sering rasanya mendengar ungkapan Soekarno: "beri saya sepuluh pemuda", dan seterusnya. Sebagai pendidik, saya baru mulai memahami makna tiga prinsip pendidikan Ki Hajar Dewantara, diantaranya adalah "ing madyo mangun karso", yang kalau boleh saya artikan: "mari turun, sejajar dengan mereka, berada di tengah-tengah mereka untuk bersama membangun masa depan yang lebih baik".  Upaya ini dilakukan dengan cara melibatkan mahasiswa dalam kepanitian event besar seperti mengundang mantan menteri pertanian RI, Bapak Dr. Anton Apriyantono dan PLT Sekda Kaltim, Bapak Rusmadi, PhD di tengah-tengah mereka.

Seminar Nasional Ketahanan Pangan, April 2014

Ketiga, rasa bangga terhadap masyarakat, daerah, dan bangsa, sehingga mereka semakin peduli dan membangun bangsa melalui karya-karya di daerah masing-masing. Rasa bangga ini sudah mulai terlihat saat satu per satu bimbingan menyampaikan hasil-hasil pemikiran dan riset mereka yang fokus mengangkat potensi daerah.

Masuk rubrik Goes to Campus, Kaltim Post, Maret 2014

Masuk rubrik Goes to Campus, Kaltim Post, Oktober 2014

Keempat adalah membangkitkan kebanggaan untuk memiliki prestasi akademik. Setelah mahasiswa-mahasiswa termotivasi untuk maju, maka perlu pencapaian individual dan kelompok lebih lanjut berupa kesuksesan di kompetisi-kompetisi regional dan nasional. Ini dapat dimulai dengan membangun iklim akademik yang menyenangkan, seperti mendukung gagasan mahasiswa dalam membentuk grup debat ilmiah "Food Science Debate" yang mencoba merutinkan acara mereka setiap Sabtu.

Food Science Debate, Session Five, November 2014

Rasa bangga yang wajar akan memberikan semangat dan daya dorong kepada para mahasiswa untuk membangun masa depan mereka yang lebih baik. Jika ruangan yang kosong saja bisa diubah menjadi tempat seminar yang mengagumkan, maka pasti bisa merubah 'ruang-ruang kosong' di masa depan untuk sesuatu yang lebih baik.

Rapat panitia Seminar Hari Pangan, Oktober 2014

Seminar Hari Pangan, Oktober 2014.

Terakhir, saya benar-benar ingin melihat, seberapa tinggi mereka akan terbang, menjajaki pelosok dunia, menebar manfaat untuk umat manusia.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa