Posts

Showing posts from August, 2010

Ngangkari (the Healers in Aborigines)

First time to hear about this particular word was at Nurra Gili Aboriginal Studies in University of New South Wales. Throughout centuries, Ngangkari has been practiced widely in Aborigin communities. This article is a summary of several importance of Ngangkari.
For Aborigins, life is though. Keeping old traditions like foods and life style have been a greater focus despite doing laborious works on daily activity, aboriginal arts and performance. Ngangkari is a part of old traditions conserved and thought through generations until these modern era. Negative practices like sniffing petrol, alcoholism, and tobacco smoking are introduced by white settlers and heavily infested in Aborigin communities.
The basic principles of Ngangkari are healing and balancing spirits (kurrpa) of Aborigins with their surrounding by means of touches, rubs, and blood sucking with mouth. A spirit is portrayed as a free and joyful bird. As soon as people fall asleep, spirits will travel and journey a vast area…

Kurma

Kurma merupakan buah dari tanaman Phoenix dactylifera yang saat ini sering diasosiasikan dengan warisan budaya Islam. Dokumentasi awal buah-buahan kurma dapat diamati di dalam artikel wiki, namun sayangnya belum didukung oleh sitasisitasi yang memadai. Tidak dipungkiri bahwa artikel ini merupakan sebuah usaha untuk melengkapi tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Berbuka puasa dengan kurma: samakah kurmadengan makanan yang manis-manis” ditulis pada bulan Ramadhan tiga tahun silam dan banyak dikutip oleh para blogger Indonesia. Kajian kali ini akan membahas aspek asal muasal tanaman kurma dan pemanfaatan kurma dari berbagai komunitas masyarakat hingga praktek keagamaan. Tujuan yang lebih penting adalah memberikan pengetahuan secara komprehensif tentang aspek nutrisi dan potensi terapi buah kurma. Diharapkan pula tulisan ini mampu meluruskan persepsi masyarakat perihal keistimewaan buah kurma yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya.
Selanjutnya