Posts

Penarikan produk Samyang dan kawan-kawan

Sebagian masyarakat bingung akan kasus penarikan produk Samyang dan kawan-kawan. Bukan karena hasil investigasi lembaga otoritas (BPOM), akan tetapi ada produk dengan merek sejenis yang ternyata berlabel halal.
 Kasus ini adalah tentang beberapa produk dengan merek sama, akan tetapi sebagian dari produk tersebut terbukti mengandung bahan haram (mis. Fragmen/DNA babi yg sifatnya haram lidzati).

*Bagaimana kita menyikapi produk yang lain, termasuk apabila produk yang lain tsb ternyata memiliki sertifikasi halal dari satu lembaga?*

Untuk hal tersebut, kita perlu mengambil langkah yang lebih hati-hati. Selain produk yang terbukti mengandung DNA babi, produk yang lain statusnya tidak disampaikan oleh otoritas di Indonesia.
Akan tetapi, mengingat salah satu prinsip SJH: jalur produksi (alat, mesin, gudang bahan baku, gudang produk jadi) antara yg haram dan halal tidak boleh sama. Kita tidak tahu produk-produk tersebut diproduksi di mesin/pabrik, disimpan di gudang yang sama atau tidak. Sat…

Tidak ada dosen yang menginginkan mahasiswanya DO

Image
Seminggu ini terdengar berita menyedihkan, yaitu mahasiswa yang terpaksa harus diberhentikan  baik dengan cara halus (diminta pindah) ataupun dengan Surat Keputusan Keluar (DO) karena masa studi yang telah melampaui batas.

Pesan ini adalah untuk mereka dan adik-adik mahasiswa yang masih berkesempatan untuk menyelesaikan studinya. Sebagaimana orang tua kandung Anda,  tidak ada dosen dan institusi perguruan tinggi yang menginginkan mahasiswanya DO. Dosen dan institusi tidak pernah bangga apabila mahasiswanya gagal menempuh studi akibat masa studi telah melampaui batas.

Sebagaimana umumnya pendidik, orang tua, dosen pasti akan membanggakan keberhasilan dan pencapaian mahasiswanya, anak didiknya. Karena disitulah letak kepuasan batin yang lebih dari pencapaian-pencapaian lain para dosen. Sesibuk apapun dosen, mereka akan selalu menyempatkan waktu untuk berkomunikasi, memperbaiki, dan memberikan saran atas pekerjaan para mahasiswanya.


Dosen-dosen secara ideal menurut bebannya memiliki juml…

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok

Sebuah Universitas yang maju biasanya memiliki keunggulan atau keunikan tertentu bila dibandingkan dengan universitas yang lain. Keunggulan tersebut dijabarkan dalam Pola Ilmiah Pokok (PIP) dan Rencana Induk Penelitian (RIP).

Prof. Idrus Patrussi dari Universitas Hasanuddin mendefinisikan PIP sebagai orientasi pemikiran strategis dalam pendidikan di Universitas bagi pengembangan Tri Darmanya (pengajaran atau pembelajaran, pengembangan dan penelitian, dan pengabdian pada masyarakat) berdasarkan kompetensi yang diunggulkan oleh suatu perguruan tinggi.

Universitas Mulawarman, setidaknya sebagaimana yang tercantum di dokumen Rencana Strategis tahun 2001 atau kurang lebih 16 tahun silam, telah menyatakan bahwa PIP universitas adalah Hutan Tropika Basah dan Lingkungannya (HTB+L). Pemaknaan akan HTB+L ini perlu untuk diperluas mengingat situasi, semangat pembangunan regional, perkembangan kampus, gugus-gugus keilmuan yang berkembang di universitas telah berubah dibandingkan dengan kondisi …

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa

Image
Memutar kembali sejarah nama besar Smansa sama saja dengan bercerita tiada habisnya akan kiprah lulusannya yang tersebar di dunia, Indonesia, atau setidaknya Kalimantan Timur dan Utara. Smansa yang kami ingat adalah sekolah terbaik, sekolah pilihan pertama dan utama. Lulusan setiap angkatan seperti pindah kelas ke PT-PT terbaik. Alumninya banyak yang telah sukses berkarya di banyak propinsi di Indonesia.

Memulai Riset dari Bawah

Image
Peran dosen yang semakin meningkat
Kehadiran Permen Ristekdikti 20 tahun 2017 telah menimbulkan pro dan kontra di dunia perguruan tinggi. Penghargaan yang tidak seberapa (menurut dosen) harus dicapai dengan kinerja di atas rata-rata, yaitu (1) minimal tiga jurnal nasional terakreditasi atau satu jurnal internasional atau satu paten untuk lektor kepala, (2) minimal tiga jurnal internasional atau satu jurnal internasional bereputasi atau satu paten untuk guru besar, dan ditambah (3) satu buku  untuk  kedua jenjang fungsional dosen tersebut.
Pada kenyataannya, dosen merupakan ujung tombak pendidikan tinggi. Saking pentingnya peran dosen, tiap-tiap insan diberi beban tiga pengabdian (tridharma), yaitu (1) penyebar luasan ilmu pengetahuan (pengajaran), (2) pengkajian dan pendalaman ilmu pengetahuan (penelitian), dan (3) peningkatan ekonomi masyarakat melalui perbaikan-perbaikan di tingkat konseptual, praktek, dan pengembangan kualitas produk (pengabdian masyarakat).

Permasalahan klise produkt…

Menyiapkan Diri Bersekolah Ke Luar Negeri

Sebuah cita-cita Rasanya, tidak ada tenaga pengajar di perguruan tinggi yang tidak mau sekolah hingga jenjang tertinggi yaitu Doktoral. Semua mau mendapat gelar yang konon katanya bergengsi itu. Apalagi, apabila gelar tersebut diperoleh di luar negeri.  Akan tetapi, banyak staf mungkin belum menyadari bahwa menempuh jalan sekolah berarti juga akan berangkat dari kenyamanan yang saat ini diterima. Akan berangkat melewati jalan-jalan kesukaran untuk tiba di perhentian sementara yang bernama gelar doktor.  Bagi yang memandang ini adalah sebuah pencapaian prestisius, memang ini adalah sesuatu yang prestigious. Jumlah doktor di perguruan tinggi seluruh Indonesia masih jauh dari angka ratusan ribu. Tentunya, cita-cita menjadi seorang doktor menjadi sangat layak untuk dicapai. Akan tetapi, ini adalah hanya pemberentian sementara, karena setelahnya jalan untuk membangun bangsa terbentang luas. 
Belajar bahasa asing  Tahapan sekolah di luar negeri harus dimulai dengan belajar bahasa asing, sesu…

Membangun Universitas (bagian 2): membangun kapasitas dan harmonisasi

Ada banyak jalan ke Roma kata orang, ada banyak cara berkontribusi untuk institusi kata rekan-rekan. Kali ini saya berceloteh mengikuti mata yang masih 'belo' setelah sore tadi meneguk kopi buatan Pak Askar yang ternyata ampuh mengusir ngantuk.

Kopi! Teringat kuliah-kuliah dan berlembar-lembar paper yang mengatakan bahwa kopi terbaik karena melewati proses panjang yang optimal, utamanya saat penyangraian (roasting) dan penangasan (brewing). Begitu juga dengan kerja-kerja membangun institusi. Institusi semakin baik perlu melewati proses pengembangan yang optimal, utamanya peningkatan kapasitas dan harmonisasi kerja antar lini.

Pengembangan kapasitas

Faktor determinan pertama adalah kapasitas sumber daya manusia (SDM). Dalam berbagai diskusi yang mengemukakan contoh-contoh kasus, akhirnya tercapai kesimpulan bahwa kualitas produk universitas (lulusan, hasil penelitian, prototipe, kajian kebijakan, dsb) ditentukan dari SDM. Akan halnya sumber daya fasilitas (SDF) juga menjadi sesu…