Posts

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa

Image
Memutar kembali sejarah nama besar Smansa sama saja dengan bercerita tiada habisnya akan kiprah lulusannya yang tersebar di dunia, Indonesia, atau setidaknya Kalimantan Timur dan Utara. Smansa yang kami ingat adalah sekolah terbaik, sekolah pilihan pertama dan utama. Lulusan setiap angkatan seperti pindah kelas ke PT-PT terbaik. Alumninya banyak yang telah sukses berkarya di banyak propinsi di Indonesia.

Memulai Riset dari Bawah

Image
Peran dosen yang semakin meningkat
Kehadiran Permen Ristekdikti 20 tahun 2017 telah menimbulkan pro dan kontra di dunia perguruan tinggi. Penghargaan yang tidak seberapa (menurut dosen) harus dicapai dengan kinerja di atas rata-rata, yaitu (1) minimal tiga jurnal nasional terakreditasi atau satu jurnal internasional atau satu paten untuk lektor kepala, (2) minimal tiga jurnal internasional atau satu jurnal internasional bereputasi atau satu paten untuk guru besar, dan ditambah (3) satu buku  untuk  kedua jenjang fungsional dosen tersebut.
Pada kenyataannya, dosen merupakan ujung tombak pendidikan tinggi. Saking pentingnya peran dosen, tiap-tiap insan diberi beban tiga pengabdian (tridharma), yaitu (1) penyebar luasan ilmu pengetahuan (pengajaran), (2) pengkajian dan pendalaman ilmu pengetahuan (penelitian), dan (3) peningkatan ekonomi masyarakat melalui perbaikan-perbaikan di tingkat konseptual, praktek, dan pengembangan kualitas produk (pengabdian masyarakat).

Permasalahan klise produkt…

Menyiapkan Diri Bersekolah Ke Luar Negeri

Sebuah cita-cita Rasanya, tidak ada tenaga pengajar di perguruan tinggi yang tidak mau sekolah hingga jenjang tertinggi yaitu Doktoral. Semua mau mendapat gelar yang konon katanya bergengsi itu. Apalagi, apabila gelar tersebut diperoleh di luar negeri.  Akan tetapi, banyak staf mungkin belum menyadari bahwa menempuh jalan sekolah berarti juga akan berangkat dari kenyamanan yang saat ini diterima. Akan berangkat melewati jalan-jalan kesukaran untuk tiba di perhentian sementara yang bernama gelar doktor.  Bagi yang memandang ini adalah sebuah pencapaian prestisius, memang ini adalah sesuatu yang prestigious. Jumlah doktor di perguruan tinggi seluruh Indonesia masih jauh dari angka ratusan ribu. Tentunya, cita-cita menjadi seorang doktor menjadi sangat layak untuk dicapai. Akan tetapi, ini adalah hanya pemberentian sementara, karena setelahnya jalan untuk membangun bangsa terbentang luas. 
Belajar bahasa asing  Tahapan sekolah di luar negeri harus dimulai dengan belajar bahasa asing, sesu…

Membangun Universitas (bagian 2): membangun kapasitas dan harmonisasi

Ada banyak jalan ke Roma kata orang, ada banyak cara berkontribusi untuk institusi kata rekan-rekan. Kali ini saya berceloteh mengikuti mata yang masih 'belo' setelah sore tadi meneguk kopi buatan Pak Askar yang ternyata ampuh mengusir ngantuk.

Kopi! Teringat kuliah-kuliah dan berlembar-lembar paper yang mengatakan bahwa kopi terbaik karena melewati proses panjang yang optimal, utamanya saat penyangraian (roasting) dan penangasan (brewing). Begitu juga dengan kerja-kerja membangun institusi. Institusi semakin baik perlu melewati proses pengembangan yang optimal, utamanya peningkatan kapasitas dan harmonisasi kerja antar lini.

Pengembangan kapasitas

Faktor determinan pertama adalah kapasitas sumber daya manusia (SDM). Dalam berbagai diskusi yang mengemukakan contoh-contoh kasus, akhirnya tercapai kesimpulan bahwa kualitas produk universitas (lulusan, hasil penelitian, prototipe, kajian kebijakan, dsb) ditentukan dari SDM. Akan halnya sumber daya fasilitas (SDF) juga menjadi sesu…

"Environmental Neglect" Konsep Pembangunan Nir-Berkelanjutan

Image
Konsep pembangunan dunia dengan 7 sekian miliar manusia telah mengarah pada pencapaian parameter-parameter pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Hingga saat ini, planet yang didiami oleh spesies manusia hanya satu, yaitu bumi. Menyakiti dan merusak bumi sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. 
Masih segar dalam ingatan kita, kebakaran (pembakaran?) hutan di Kalimantan dan Sumatera saat el-nino 2015 melanda telah menyebabkan naiknya cemaran "gas rumah kaca" hingga pada level yang sangat membahayakan kesehatan manusia maupun bumi itu sendiri.  Indonesia pada saat itu termasuk sebagai "top polluters" dunia
Miris memang, disaat yang sama, kami mendapat kegiatan melakukan penilaian atas "awareness" para pemangku kebijakan terhadap konsep pertumbuhan ekonomi hijau (Green Economy) yang sejalan dengan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan beserta parameter-parameter SDGs-nya. Saat melakukan diskusi, salah seorang pimpinan unit mengatakan bahw…

Mengembangkan Sistem Inovasi Daerah secara Tematik (bagian ke-2)

Image
Sistem Inovasi Daerah merupakan suatu peta jalan inovasi yang dikembangkan dan didukung oleh semua elemen yang berada di statu daerah. Tentunya peta jalan ini bersifat "tematik", sejalan dengan kepentingan para pemangku kepentingan (RPJM, kegiatan ekonomi riil, fokus riset, dsb), dan  berkelanjutan.
Pemangku Kepentingan
Melanjutkan tulisan sebelumnya, tentang membangun sebuah Sistem Inovasi Daerah, kali ini saya ingin bercerita tentang bagaimana upaya sinkronisasi kegiatan dari keempat pemangku kepentingan inovasi yang terdiri dari Akademisi (Academics), Bisnis/Industri (Business), Pemerintah (Government), dan Komunitas (Community) dalam upaya mencapai sinergi pengembangan inovasi. Keempat pemangku kepentingan utama ini memiliki peran-peran yang saling tidak terpisahkan dalam meningkatkan daya saing bangsa.  Sisi Akademisi berperan sebagai pendukung riset, inovasi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan pelaksana inkubasi dalam tataran prototipe produk-produk indust…

Membangun Universitas (bagian 1)

Disclaimer: Tulisan ini merupakan sebuah catatan kecil perjalanan yang tidak sempurna dalam upaya mendukung peningkatan pendidikan di tempat mengabdi saat ini. Sharing ini untuk mengingatkan diri, siapa tahu juga bermanfaat bagi kolega yang menapaki jalan serupa.
Universitas, sebuah institusi perguruan tinggi, dibangun tidak sekali jadi. Butuh bergenerasi lamanya untuk menjadikan pilar inovasi dan problem solver masalah bangsa dapat menjalankan fungsinya dengan lancar.  Parameter-parameter kesuksesan sebuah perguruan tinggi yang diadopsi dari riset  Academic Ranking of World Universities (ARWU) terhadap standar kualitas perguruan tinggi, diperoleh empat indikator utama kesuksesan sebuah universitas: (1) kualitas pendidikan yang ditentukan dari seberapa banyak lulusannya yang mampu berprestasi di ajang nasional, internasional, maupun menjadi mandiri; (2) kualitas fakultas atau program studi yang ditentukan dari kualifikasi tenaga pengajar, prestasi tenaga pengajar di ajang nasional da…