Empat yang mempengaruhi regulasi Bahan Tambahan Pangan

Kasus ditariknya produk Indomie di Taiwan dikaitkan dengan bahan pengawet E218 (methyl-paraben) merupakan salah satu bukti adanya perbedaan standar-standar keamanan bahan tambahan pangan (BTP) antar negara. Menurut standar FDA Amerika dan banyak negara lainnya, bahan pengawet E218 pada bumbu dan kecap masih diperbolehkan selama tidak melebihi kadar tertentu. Khusus untuk Taiwan, senyawa pengawet ini dilarang.
Mengapa standar keamanan BTP dapat berbeda antar negara? Setidaknya ada empat alasan utama yang mempengaruhi regulasi suatu BTP:

a. Hasil penelitian
Bukti-bukti ilmiah ditempatkan sebagai acuan tertinggi dalam penetapan suatu BTP. Sebagai contoh lain, Bis-phenol A, suatu plastisiser pelapis botol/kaleng, baru-baru ini dilarang di Kanada dikarenakan dapat memicu kanker. Sementara hasil penelitian di Eropa, Amerika dan Australia masih dalam kategori diawasi.

b. Gaya Hidup
Peranan gaya hidup dalam menentukan regulasi suatu BTP juga amat penting. Sebagai contoh, di China dan daerah-daerah yang makanan pokoknya adalah mie (atau produk ekstrusi gandum), asupan pengawet khusus seperti Sodium Benzoat dan Methyl Paraben boleh jadi lebih tinggi dibandingkan pada negara yang memiliki makanan pokok bukan mie. Inilah yang mungkin menjadi latar belakang pelarangan kandungan E218 pada bumbu-bumbu penyedap mie instan di Taiwan.

c. Iklim
Penggunaan antibakteri di Indonesia dan daerah tropis lainnya cenderung lebih banyak dibandingkan di daerah subtropis. Mudah dipahami bahwa bakteri dan cemaran mikrobiologis lain lebih mudah tumbuh dan berkembang di daerah beriklim tropis (panas dan lembab), sehingga dengan sendirinya penggunaan pengawet diperlukan dalam dosis atau ragam yang lebih banyak. Penerapan prinsip-prinsip "hurdle technology" akan lebih bermanfaat untuk mengurangi kadar dan ragam pengawet yang digunakan.

d. Industri sintetis
Kasus yang paling menonjol adalah dibatalkannya pelarangan aspartam pada produk bersoda di Amerika, dikarenakan produsen utama aspartam (atau pemegang patennya) adalah perusahaan-perusahaan Amerika. Regulasi BTP juga selain mengadopsi bukti-bukti penelitian, gaya hidup masyarakat, dan iklim, juga ternyata mempertimbangkan kepentingan industri negara.

Upaya menyamakan persepsi
Jembatan komunikasi regulasi BTP antar negara adalah melalui Codex Allimentarius. Termasuk didalamnya adalah standar-standar mutu perdagangan yang banyak diadopsi negara-negara tujuan ekspor, utamanya Uni Eropa. Namun ibarat Codex adalah standar generik suatu produk, setiap negara tetap memiliki hak dan kewenangan untuk menetapkan standar keamanan BTP masing-masing.
Oleh karena itu, produsen pangan yang banyak mengekspor produknya ke manca negara perlu memperhatikan dan melakukan pengecekan ulang atas kelengkapan persyaratan keamanan sesuai dengan negara tujuan ekspor.

Pelajaran yang dapat diambil
Standar keamanan suatu produk bersifat rigid dan biasanya harus dipatuhi secara mutlak oleh produsen maupun importir pangan. Tiap negara dapat memiliki standar keamanan yang berbeda tergantung dari kepentingan, gaya hidup, iklim, dan hasil penelitian yang diadopsi sebagai regulasi. Suatu produk BTP dapat saja legal disebuah negara tetapi tidak legal di negara lainnya, dikarenakan alasan tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa