Membangun Universitas (9): Mendorong Lulusan Siap Dunia Kerja


Dalam salah satu diskusi bersama tokoh-tokoh pendidikan dari berbagai universitas, kami mendapatkan berbagai insight untuk meningkatkan kualitas pendidikan di program studi. Salah satu yang utama adalah saran untuk lebih memperhatikan kualitas lulusan. Ini adalah saran yang klasik, namun tetap jitu untuk memenangkan persaingan hati calon mahasiswa.

Sejatinya, menurut beliau, calon mahasiswa pertama kali melihat suatu jurusan bukan dari akreditasi, nama-nama pengajar yang bergengsi, maupun mata kuliah-mata kuliah yang akan diambil. Melainkan, mereka akan melihat alumni-alumninya. Lebih tajam lagi, dimana alumninya berkarya, dan apakah mereka berguna atau berhasil di dunia kerja. Ini berarti, perlu ada perubahan paradigma yang mendasar terhadap hal-hal yang dianggap perlu oleh para alumni saat mereka berkecimpung di dunia kerja.
Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah- 2016

Hasil survey tahun 2014, terdapat beberapa poin yang disampaikan oleh alumni akan hal-hal yang penting untuk dipelajari di dunia kerja. Secara berurutan, poin-poin tersebut adalah: (1) kemampuan merumuskan masalah dan mencari solusinya, (2) kemampuan bekerjasama dalam kelompok, (3) kompetensi dan integritas pribadi, dan (4) kemampuan belajar dan beradaptasi dengan hal-hal baru.

Pertama: kemampuan merumuskan masalah dan mencari solusinya. Keterampilan lunak (soft skill) yang pertama dan sangat penting ini dapat dikuasai dengan mengubah pola pengajaran beberapa mata kuliah pilihan menggunakan sistem studi kasus (case study) dengan penekanan pada pembelajaran berpusat pada mahasiswa (student centered learning). Perubahan pola ini dicermati dengan menyilakan mahasiswa untuk mengangkat suatu kasus di lingkungan yang mereka amati untuk dirumuskan masalahnya dan dicarikan solusi atas masalah tersebut. Sebagai contoh penerapan di program studi kami adalah mata kuliah Alat Mesin Pengolahan. Belajar alat-alat pengolahan tidak akan berarti kecuali mahasiswa mengenal produk apa yang akan diciptakan atau ditingkatkan kualitasnya. Selanjutnya, dari tujuan akhir tersebut, kelompok mahasiswa diminta untuk mengkaji peralatan-peralatan yang dibutuhkan, input bahan baku yang diperlukan, proses kerja, dan kondisi usaha yang diperlukan agar "bisnis" yang diciptakan menguntungkan, on paper.  Contoh lain adalah mata kuliah Metodologi Penelitian, dimana para mahasiswa diminta mengangkat satu inovasi sederhana dari kasus-kasus setempat, mencari teknologi yang dapat menyelesaikan masalah tersebut, mencari metode yang workable dalam satuan waktu tertentu dan menuangkannya dalam proposal penelitian berkelompok.  Untuk memacu kualitas proposal yang dihasilkan, peer group dari kelompok lain diminta mereview proposal sesuai dengan parameter-parameter yang diperlukan. Luaran dari mata kuliah ini proposal yang siap diajukan ke kompoetisi-kompetisi yang ada. Sementara dampak dari mata kuliah ini adalah pemahaman teoritis dan kemampuan perumusan masalah dan pencapaian solusi terukur dari mahasiswa.

Program Kreativitas Mahasiswa - 2017


Kedua: kemampuan bekerjasama dalam kelompok. Pembelajaran berkelompok menjadi suatu hal yang mendasar, dikarenakan hampir setiap usaha yang besar adalah usaha yang maju oleh organisasi yang solid dengan mengabungkan keahlian-keahlian anggotanya. Keterampilan untuk bekerja dalam kelompok perlu untuk mendapatkan penilaian khusus, utamanya karena alumni yang berhasil adalah alumni yang mampu berprestasi dan menempatkan diri pada tempatnya dalam suatu organisasi. Aplikasi upaya penguasaan keterampilan bekerja dalam kelompok perlu dikemas dalam skema-skema penugasan kelompok yang terstruktur, bukan sekedar pembentukan kelompok dan memberikan tugas kelompok.  Penugasan kelompok yang terstruktur maksudnya adalah setiap pribadi dalam kelompok tersebut memiliki peranan yang unik dan menunjang keberhasilan kelompoknya. Contoh mata kuliah yang dapat dimodelkan seperti ini adalah praktikum terpadu, dimana satu grup mahasiswa membentuk kelompok produsen start-up dengan tujuan menciptakan inovasi baru. Ada yang berperan sebagai perumus, pemasar, perencana pembelian bahan baku, pemimpin usaha, dan pengelola kualitas produk. Setelah masa tertentu, tim diminta untuk melakukan laporan antara dan presentasi akhir.

Ketiga: kompetensi dan integritas pribadi. Kompetensi dan integritas pribadi yang dipandang penting oleh alumni terdiri dari kejujuran, kepemimpinan, inisiatif, negosiasi, kemampuan pengelolaan organisasi, dan independensi. Fraud adalah salah satu permasalahan yang sering terjadi di dunia kerja, hal ini dapat diatasi dengan pendidikan yang disiplin dan penanaman aspek kejujuran, sehingga saat di dunia kerja, alumni telah terbiasa bekerja dengan integritas yang tinggi. Kompetensi individual yang dihargai tinggi adalah inisiatif. Dalam satu kesempatan penerimaan kerja yang diikuti oleh ratusan pelamar, pihak penyeleksi mematikan semua lampu di dalam ruangan dan menunggu respons dari para pelamar.  Tiba-tiba ada salah seorang pelamar yang berdiri dan berteriak "maaf, apa yang akan kita lakukan disini?". Segera setelahnya penyeleksi menyalakan kembali lampu dan memanggil pelamar yang memiliki inisiatif tersebut untuk masuk ke fase seleksi selanjutnya. Kemampuan negosiasi dan independensi merupakan hal yang cukup langka dan perlu untuk ditempa oleh alumni. Negosiasi dapat diasah melalui diskusi-diskusi di kegiatan kemahasiswaan, sementara independensi dapat diasah melalui penugasan by objective. Alumni yang konsisten menghasilkan output yang baik akan dihargai lebih dibandingkan alumni yang kualitas outputnya tidak konsisten.

Food Bowl Competition - 2017

Terakhir: kemampuan belajar dan beradaptasi dengan hal-hal baru. Kemampuan beradaptasi adalah hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh para alumni, karena tantangan di dunia kerja semakin lama semakin tinggi. Proses adaptasi yang singkat membuktikan kesiapan individual alumni untuk memiliki karir yang lebih baik. Dalam dunia pendidikan, kemampuan adaptasi secara natural ditanamkan dengan penugasan-penugasan dalam waktu yang singkat. 

Sekali lagi, kualitas alumni memberikan gambaran kualitas program studi, sehingga setiap program studi perlu untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang pada ujungnya akan mempersiapkan alumni untuk bekerja baik sebagai karyawan ataupun berwirausaha.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa