Mengapa perlu mencermati pendidikan dasar dan menengah?

Mungkin beberapa orang merasa heran, mengapa saya sebagai seorang yang berkecimpung sebagai dosen, khususnya di pendidikan tinggi, terlebih lagi di daerah, senang mencermati pendidikan dasar dan menengah. 

Beberapa alasan

Ada bebarapa sebab, diantaranya di tahun 2002-2005 saya sempat menjadi guru di sebuah SMK-TI di Samarinda. Bukan sekedar guru biasa, tetapi yang ingin membawa murid-muridnya memiliki kapabilitas tertentu yang dapat digunakan sebagai local resources dalam pekerjaan-pekerjaan di bidang TI. Upaya pendidikan itu tidak hanya berpangku pada sarana dan kemampuan sekolah, lebih seringnya saya mencoba membawa perangkat-perangkat teknologi yang dapat diakses untuk dapat dipelajari bersama sesuai dengan peminatan para murid.  Sebagai hasil, pada tahun 2004, murid-murid yang saya latih dapat menjadi juara propinsi untuk kemudian menjadi juara 4 nasional.  Tradisi yang kuat ini terus dipertahankan hingga saat ini, 10 tahun setelah saya tidak lagi menjadi guru SMK.

Alasan kedua adalah turut serta membangun kapasitas calon peserta didik di perguruan tinggi. Sebagai salah satu tenaga pengajar universitas daerah, saya sangat paham bahwa tier-1 resources terbaik akan bersaing memperoleh bangku di universitas besar di Pulau Jawa atau bahkan di luar negeri. Tier-2 resources yang baik akan juga berangkat ke Pulau Jawa untuk memperoleh pendidikan tinggi disana.  Tier-3 dan 4 adalah resources universitas daerah, politeknik, maupun akademi dan akademi komunitas.  Untuk itu, diperlukan upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah, khususnya pedalaman, dalam upaya memperbaiki kualitas input mahasiswa.

Ketiga, pendidikan dasar dan menengah adalah tempat membangun logika dan keterampilan awal. Banyak diantara rekan-rekan pelajar yang tidak beruntung dapat menikmati jenjang pendidikan tinggi atau bahkan sekolah menengah atas.  Untuk itu, pencermatan terhadap pendidikan dasar dan menengah menjadi penting.

Seorang anak usia sekolah yang berjualan ikan di daerah pedalaman Kaltim. 2014. 

Rekomendasi yang telah disampaikan

Berkaitan dengan dua alasan pertama, diperlukan upaya peningkatan dan perombakan yang mendasar, seperti kualitas guru di daerah, fasilitas pendidikan seperti buku, fasilitas penunjang seperti jalan dan akses internet, kurikulum, dan motivasi siswa untuk belajar.  Tulisan-tulisan kemudian disusun berdasarkan dialog bersama para pelaku pendidikan, analis pendidikan, dan kolega-kolega pemerintahan dalam upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah, utamanya Kalimantan Timur.

Diantara hal yang sudah direkomendasikan adalah perbaikan pelaksanaan ujian nasional dengan sistem kluster, perbaikan penerapan kurikulum 2013 dari sisi sumber daya utama (guru, buku, dan laboratorium) dan sumber daya penunjang (transportasi, telekomunikasi, majalah dan internet).

Seorang anak usia sekolah belajar membatik dibantu oleh siswi SMK. 2014.

Langkah berikut

Selanjutnya, upaya rekomendasi ini diusahakan tidak berhenti sekedar wacana, tetapi saya akan mencoba beberapa inisiatif terkait fokus peningkatan kualitas pendidikan bekerjasama dengan komunitas peduli pendidikan dan perusahaan yang bergerak di lingkungan sekitar sekolah tersebut. Sebagai contoh, program hibah majalah/buku penunjang dapat digagas tanpa membutuhkan biaya yang terlalu besar dalam eksekusinya.  Demikian, sehingga cita-cita untuk menghasilkan resources yang lebih baik di tingkat dasar dan menengah khususnya di Kalimantan Timur ini dapat tercapai.  

Bersama finalis peserta English Story Telling tingkat SMA/SMK se Kaltim. 2013.

Bersama finalis peserta English Story Telling tingkat SMA/SMK se Kaltim. 2014.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa