Membangun Universitas (10): Ethos, Pathos, Logos

Pagi hingga sore ini kami disuguhi proses menuju sebuah universitas yang maju. Sudah lama sekali kami tidak mendengar istilah ini diucapkan: Ethos, Pathos, Logos. Apa yang tampak bukan merupakan sebuah ucapan, melainkan perbuatan dan langkah-langkah sederhana untuk mencapai tujuan.
Sang Pemimpin dari universitas yang kami kunjungi hari ini dengan semangat bercerita tentang langkah-langkah Beliau dalam menajamkan komitmen mencapai sebuah keunggulan, dalam hal ini membangun sebuah Pusat Riset yang diakui di tingkat nasional dan internasional. Semangat itu tercermin dari langkah demi langkah yang dilakukan secara konsisten, fokus pada luaran dan capaian, serta upaya menyediakan fasilitas untuk menggapai hal tersebut. Secara singkat, ini dikenali dengan "Ethos."

Pukul 16.00, saat memasuki gedung riset berlantai tiga, lantai demi lantai dipenuhi mahasiswa yang melakukan dengan riset. Yang lebih mengagumkan, bukan hanya mahasiswa saja, melainkan para Professor dan Doktor-nya pun hadir dan berdiskusi dalam suasana santai namun serius. Ini sudah lewat jam kerja, tapi seakan-akan masih "coffee morning". Diskusi mengalir hingga hal-hal yang teknis, seputar komponen antioksidan, teknik analisis, metode deliveri, hasil dan proposal riset adalah makanan sehari-hari. Jalur mereka sudah tepat untuk menjadi sebuah Pusat Unggulan yang diakui.  Dalam dunia jargon, ini disebut "Pathos".
Rekognisi atau pengakuan tidak lahir dari kemewahan faslitas yang miskin konten. Sebaliknya, pengakuan lahir pertama kali dari konten. Dalam dunia riset, capaian menentukan reputasi. Satu penelitian dapat dikeroyok oleh banyak mahasiswa. Satu-dua topik riset yang didanai dapat menghasilkan belasan publikasi, beberapa HKI, dan produk siap komersil.
Di era Revolusi Industri 4.0 yang digagas Pemerintah, hilirisasi hasil penelitian atau produk inovatif merupakan penciri keberhasilan sebuah Pusat Unggulan. Ini yang disebut sebagai "Logos". Wibawa atau marwah sebuah universitas berbasis riset dilihat pencapaian inovatifnya, publikasinya, dan perannya dalam menyelesaikan permasalahan yang berujung pada peningkatan ekonomi kompetitif negara.
Sudah saatnya kita pun membangun Ethos, Pathos, Logos untuk diri sendiri dalam upaya mendukung institusi yang kita cintai. Langkah sederhana adalah memiliki jalur riset, mengeksekusinya dengan tekun, dan menghasilkan luaran yang berkualitas. Tentu saja, aspek tridarma akan secara otomatis masuk di dalamnya, oleh sebab riset yang baik akan menyelesaikan permasalahan di masyarakat atau meningkatkan taraf hidup mereka yang terdampak. Riset yang baik pasti mengangkat keterampilan dan pemahaman mahasiswa yang terlibat di dalamnya dan mahasiswa yang mendapatkan ilmu di bangku-baku kuliah oleh sebab pemahaman tersebut ditularkan melalui bacaan-bacaan bermutu dan kuliah-kuliah yang mendetail.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok