Selamat tinggal era informasi, selamat datang nano

Saat ini umat manusia berada di penghujung era informasi. Era informasi sendiri ditandai dengan pameo "information is the great power; who has it, will conquer the globe". Namun, era ini akan segera berlalu disebabkan beberapa hal:

1. Meningkatnya tren di masyarakat dunia terhadap keterbukaan teknologi, atau yang dikenal dengan Open Source Systems (OSS). Cukup banyak contohnya: sistem-sistem operasi komputer berbasis OpenSource semakin menunjukkan taji-nya, membuktikan bahwa OSS semakin baik dan semakin banyak digunakan. Di tingkat pendidikan, semakin banyak universitas yang mempublikasikan materi kuliahnya secara online dan gratis. Masih di tingkat ilmiah, semakin banyak penyedia konten jurnal yang menggratiskan artikel-artikelnya. Ini berarti, siapapun yang mau maju, dia bisa mendapatkan bahannya di Internet.

2. Sektor finansial yang saat ini ambruk adalah akibat kurangnya transparansi dan prudensi dalam menjalankan aktivitasnya. Pengawasan yang semakin ketat, pengawasan yang melibatkan unsur pengamat global, serta tuntutan investor dari seluruh pojok dunia menyebabkan semakin terbukanya cara beroperasi sektor finansial. Investor bukan lagi berasal dari negara maju, tetapi kekayaan dunia secara perlahan mengalir ke negara-negara Asia. Secara otomatis, tidak ada lagi dominasi satu blok (Anglo-Saxon) atas sumber daya dunia.

3. Teknologi yang konvergen menciptakan standar baru dalam pertukaran data. Handphone semakin powerful dengan kemampuannya mengakses peta dunia, jalan, beraktivitas sosial, beremail, berkirim gambar lintas negara. Ini tentu menciptakan keterbukaan, keseimbangan informasi. Tidak ada lagi yang mampu menghambat atau memanipulasi informasi. Informasi yang benar, walaupun pahit bagi sebagian pihak, pasti akan sampai ke telinga mereka-mereka yang mencarinya.

4. Semakin kuatnya suara pers. Setelah diamati, pers-lah yang mampu menggiring opini, menekan pemerintah, dan menyampaikan suara rakyat. Tapi, pers pun tidak bisa menjadi diktator baru, sebab dengan citizen journalism, setiap orang mampu menjadi corong pers tersebut dengan mudah!

Itulah sebagian alasan, mengapa informasi akan menjadi era yang ditinggalkan. Sebagian orang memperkirakan era baru ini disebut sebagai era wisdom. Tapi saya melihat, yang paling mungkin menggantikan era informasi adalah era nano/miniaturisasi.

Teknologi semakin berkembang, semua orang cepat atau lambat akan semakin bergantung pada teknologi. Saya pernah ujicoba mengenai hal ini: Di kelas, hampir tidak ada mahasiswa yang mau mematikan Ha Pe-nya saat perkuliahan. Di masjid pun demikian. Di rumah? Dikatakan suami/isitri lebih cepat bergerak melihat/menjawab SMS dibanding menjawab panggilan lisan pasangannya. Ha Pe semakin warna-warni, semakin kaya fungsi, dan semakin respons terhadap beragam kemauan penggunanya.

Ketika ketergantungan semakin tinggi, demand-nya pun demikian. Manusia ingin makan pangan rendah garam, kaya akan rasa, namun rendah risiko. Nano-salt, nano-flavour adalah solusinya.

Pengobatan penyakit-penyakit khusus pun banyak yang bergantung pada teknologi nano. Kalau dilihat dari berbagai literatur, kanker adalah salah satu penyakit yang paling dimungkinkan ditangani di tingkat nano.

Jadi, selamat tinggal era informasi, sambutlah era nano....

Comments

Pertapa Mania said…
Saya suka ini informasi sangat membuka pikiran. teknologi nano ya. hmmm.. I have no idea about that thing.

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa