Selera Bangsa yang Aneh (dan cenderung menyukai sadistis!)

Ini adalah komentar saya mengenai peristiwa di akhir Juli dan di awal Agustus yang ditayangkan secara luas, dihampir setiap waktu, tidak perduli ditonton siapapun.
Ya, saya ingin mengatakan bahwa negara kita sepertinya tidak lagi punya "etika". Wartawan/Media merasa dengan semaunya bia mewartakan berita atas "kehendak publik" yang sebenarnya mereka arahkan sendiri. Bagaimana tidak, hampir seminggu, tidak perduli siang dan malam, mereka menampilkan penggalian kuburan dan berbagai versi cerita pembunuhan keji yang dilakukan oleh Ryan.

Belum selesai, berikutnya mereka berlomba-lomba menyajikan rekaman dan reka-video jatuhnya pesawat Adam Air setahun yang lalu. Juga tidak perduli waktu, tidak perduli apabila kategori berita-berita tersebut seharusnya 18+.

Aduh, aduh. Anak saya yang berumur 3 dan 4 tahun bertanya terus: "Pah, pah kenapa kok pesawat jatuh terus Allahu Akbar ?" Sebuah pertanyaan polos dari tayangan yang mereka tidak boleh saksikan diwaktu pagi/sore, di saat mereka biasa menonton TV.

Mau gimana lagi ? Hampir semua channel TV lokal menayangkan hal ini ?

Lalu, sepertinya harus ada "etika pewartaan" yang ditegakkan. Menjadi wartawan bukan berarti "Dewa", bukan berarti semua boleh diwartakan kapan saja... Jadinya malah siaran berita "lebih sadis" dari film yang dikategorikan 15+. Ini gila!

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Membangun Universitas (3): Menjabarkan Pola Ilmiah Pokok