Banjir (Lagi)

Kemarin mungkin adalah banjir terparah yang terjadi di Samarinda. Atau setidaknya di kawasan yang menuju ke Universitas Mulawarman. Dari empat jalan keluar utama, hanya satu yang bisa dilewati. Melarikan diri melalui Jl. Gelatik (jalur terdekat ke kampus dari rumah) tidak mungkin. Banjirnya sepaha orang dewasa. Lewat Ruhui Rahayu, jalur kedua terdekat, juga tidak bisa. Airnya sudah cukup buat memogokkan mobil kelas Kijang. Lewat Pintu Utama yang ditembuskan ke M.Yamin, juga gak bisa. Banjirnya setinggi paha juga di kawasan Jl. Pahlawan.

Satu-satunya exit gate yang mungkin adalah Jalan Pramuka, via Ringroad yang berlanjut ke kawasan Jl. Sentosa. Tebakan Anda benar apabila di kawasan ini banjirnya juga lumayan dalam. Intinya, separuh kotaku berubah menjadi danau.

Dari kampus ke rumah, yang biasanya hanya sekitar 15-20 menit, kini harus ditempuh 1 1/2 jam - 2 jam!

Berikut foto-fotonya.

Perumahan di tepi Sungai Karang Mumus, kawasan Gunung Lingai

Kawasan Jl Sentosa

Masih di kawasan Pelita dari arah Sentosa

Nyebrang naek perahu di daerah Remaja:

Antre banjir di kawasan Pelita:

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa