Ough! Banjir makin parah

Seminggu lebih Samarinda disiksa banjir. Kata para peramal, banjirnya belum sampai masa terburuk. Kapan itu? Pertengahan November adalah puncak perkiraan tertinggi curah hujan di Samarinda.


Gambar: repro dari postingan Liputan Banjir, menampilkan danau Jalan Remaja.

Sebagian teman, seperti Panthom sudah kudu mengungsi. Jalanan menuju rumahnya sudah seperti sungai. Tempat-tempat lain di Samarinda juga sama parahnya (liat: Liputan Banjir). Kampus? Udah tiga hari belakangan mati listrik karena pasang gardunya di daerah yang sebenarnya lebih pantas dibuat danau.

DPRD? Udah ngamuk juga, setelah kantornya ikut kebanjiran kemarin seperti yang dimuat di koran Kaltim Post. Lalu apa kata mereka? Pemkot harusnya segera bergerak, jangan cuma sekedar buat rencana.

Oh ya, supaya tambah takjub, ini dia rencana spektakuler Pemkot Samarinda.... Geleng-geleng ampe tenggeng :( :(

Update: Tadi sewaktu naek sepeda keliling kota, banjir sudah tampak surut. Tapi, si banjir meninggalkan lubang-lubang menganga ditengah jalan.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa