Obama Kalah di Election 2008*

*) Eeeh gak tahunya dia menang dengan selisih EV yang besaaar....


Mengapa Obama bisa (saja) kalah?
Refleksi bahwa menuding itu lebih mudah dari memeriksa motif diri sendiri.

1. Karena manusia masih melihat sebatas mata memandang. Secara umum, apabila masyarakat As masih lebih banyak yang rasis, artinya kans menang Obama tipis. Eiiit, bentar dulu.

Berbicara mengenai rasis, sebenarnya tidak hanya kulit putih yang demikian. Kulit hitam pun demikian. Mereka pun rasis, selalu mencurigai kulit putih, karena pengalaman yang turun-temurun menyatakan demikian. Vice versa. Bagaimana ras kulit bukan putih lainnya (kuning, cokelat, sawo matang)? Mereka rasis juga.. Indonesia pun begitu. Makanya salah satu isu pokok negara besar adalah keragaman ras yang memungkinkan terjadinya benturan.

2. Karena sejalan dengan teori "Creative Destruction". Negara tergantung dari rakyatnya. Tidak ada masyarakat rusak yang memilih pemimpin berprilaku malaikat. Apalagi atas nama demokrasi, masyarakatlah yang menentukan.

Kalau masyarakatnya terbiasa hidup senang; ongkang-ongkang kaki dapat uang; senengnya gesek plastik (kartu kredit) tapi ogah bayarnya; gampang marah sehingga mudah rusuh; tidak peduli tetangganya sampai-sampai main bantai, mutilasi, bakar rumah, dan bom-boman; maka apakah rakyat yang demikian akan memilih pemimpin yang berbeda dari kebiasaan buruk mereka?

Atau mereka yang dimanjakan social security, golden paracute, health care, tax cut akan bergembira saat fasilitas-fasilitas tersebut dipotong dan dinyatakan demikian oleh salah satu calon presiden?

Creative destruction mengatakan bahwa ancaman terbesar terbelahnya atau runtuhnya satu negara adalah karena rakyatnya, bukan karena serangan dari pihak luar.

3. Tidak teruji patriotismenya.
Ya, McCain ikut perang walaupun dia telah menghancurkan tiga pesawat yang dikemudikannya. Tapi, betulkan patriotik harus diukur dari pengalaman militer.

Lha kalau militernya korup? Mengizinkan masuk/keluarnya penyelundup; menjual senjata ke kelompok-kelompok tertentu? Bukankah lebih patriotik seorang guru di daerah terpencil, dengan kerelaan dan semangat memajukan pendidikan walaupun gajinya selalu telat tiga bulan dan hidupnya dari mencangkul ladang seusai mengajar di SD yang hampir runtuh?

Atau lebih patriotik mana, orang yang hidup dari usaha halal, walaupun jumlah pekerjanya paling banyak 10 orang versus pengusaha besar yang memperkerjakan puluhan ribu orang tapi menyengsarakan jutaan orang akibat "penghematan" aka keserakahan yang dilakukannya?

Lalu?
Biarkan saja Amerika memilih. Kita yang hidup nun jauh disana, walaupun baik-buruknya AS pasti sampe juga, setidaknya masih punya beberapa hal: alternatif untuk menjadi lebih baik, alternatif bahwa ekonomi kita bukan hanya bergantung dari Amerika, dan harapan untuk hidup lebih baik dengan memperbaiki diri kita masing-masing.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa