Ikan sapu-sapu untuk siomay, bakso


gambar: www.deister-aquaristik.de, Hypostomus luteus (famili dari ikan sapu-sapu yang biasa kita kenal berwarna hitam/totol-totol).

Mau tahu bahan baku siomay dorong dan bakso yang murah meriah? Ikan sapu-sapu!
Well, sejauh pencarianku di internet, baru ada satu artikel yang membahas mengenai tepung ikan sapu-sapu. Akan tetapi, aku belum dapat rincian nutrisi, bahaya, dan keamanannya.

Yang jelas ikan sapu-sapu, Hypostomus sp., dikenal juga dengan catfish atau suckermouth fish adalah ikan yang memakan algae, lumut. Bersifat nokturnal (hewan malam) dan tidak berbahaya. Akan tetapi, penggunaannya hanya sebatas membersihkan lumut pada daerah aquatik, termasuk kolam dan akuarium.

Ikan ini dikenal mampu mentoleransi daerah yang sangat tercemar. Disaat ikan lain sudah tidak mampu hidup, dengan santainya ikan sapu-sapu berada disana, karena selama makanannya masih ada, ia masih bertahan.


Gambar: Auburn.edu, spesies: Hypostomus pictus

Ikan sapu-sapu yang begini lalu dimakan? Ada komen?

Update
Reference yang bisa dilihat:
1. Nation Master - Encyclopedia.
2. Wikipedia.
3. Google search keyword: siomay ikan sapu-sapu

Update-2 (21 Nov 2008)
Dapat reply via email dari teman-teman di PATPI (Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia)
Intinya: Ikan sapu-sapu (mungkin?)tidak haram, tapi jelas tidak laik untuk dimakan.
Catatan: Mungkin di atas mengacu pada fatwa umum tentang hewan air(ikan) yang secara umum halal dimakan.

Berikut keterangan yang disertakannya:
kutipan dari Harian Suara Merdeka.

Hindari Mengonsumsi Ikan Sapu-sapu
KOTA- Masyarakat sebaiknya waspada dalam mengonsumsi ikan sapu-sapu
yang ditangkap dari Bengawan Solo. Sebab, ikan itu yang merupakan biota
perairan di sungai tersebut telah tercemar logam berat seperti tembaga
(Cu), kadmium (Cd), dan timbal (Pb).
Demikian antara lain kesimpulan hasil penelitian dua mahasiswa, yaitu
Ristyana Eko Setyarini dari Fakultas Ilmu Kedokteran UMS dan Uning Susilowati
-mahasiswa D3 Kesehatan Lingkungan UMS.
"Ikan sapu-sapu merupakan biota yang mengonsumsi endapan Bengawan
Solo. Endapan itu tercemar logam pada konsentrasi yang relatif tinggi,
sehingga polutan itu masuk dan terakumulasi di tubuh ikan sapu-sapu,"
kata Ristyana Eko Setyarini, baru-baru ini.
...
Menurut Ristyana, metode yang digunakan untuk meneliti kandungan logam
berat pada ikan sapu-sapu tersebut adalah AAS (Atomic Absorbsion
Spectrophotometer).
Logam berat yang diteliti adalah tembaga (Cu), kadmium (Cd), dan timbal
(Pb)
....
Lengkapnya klik aja disini

Comments

Anonymous said…
This comment has been removed by a blog administrator.

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa