Jargon buku laris 2008: Quantum

Gara-garanya sih mati lampu (hiks sering benget deh sekarang mati lampu). Trus karena bete di rumah, jadi ngeluyur selepas shalat maghrib. Mulanya keliling kota, tapi hati mengarah ke toko buku.

Jam 19 lewat dikit, sampailah sudah di The one and only Gramedia di Mal Lembuswana. Gayanya super cuek: bersandal jepit, pake baju belel ama rambut gak disisir :)) Untungnya gak diusir ama Satpam.

Buku-buku ada di Lantai Dua. Yang pertama disosor adalah majalah. Liat ada InfoLinux edisi mini... ah tidak menarik (lho?) lalu berjalan sekenanya ke bagian buku-buku komputer. Juga gak ketemu yang eye-catching. Selera susah memang.

Lalu ke buku-buku populer. Tertumbuklah sama buku ini:
- Quantum Ikhlas (pendahuluan:free download).
Apa pula ya? Karena semua masih disegel, malas juga rasanya pengen bongkar-bongkar untuk melihat sekilas.

Terbanglah ke bagian komik. Dasar sial, semuanya disegel rapi. Gak ada baca gratisan lagi sekarang.

Tak sampai lima menit, masuk kebagian buku-buku rohani. Liat ada judul Quantum lagi:
- Quantum Sujud
- Quantum Qalbu
- Quantum Bilangan-bilangan dalam Qur'an

Kayaknya kata Quantum lagi laris ya? Balik ke bagian buku populer, liat lagi tuh buku Quantum Ikhlas. Masih belum ada yang buka segel juga... Pengen dan penasaran sih liat-liat, walau kemungkinan besar gak beli juga :))


Ups
. ada catatan tambahan:
Saya sebenarnya penggemar berat baca buku. Cuma, untuk beli buku, malas rasanya kalau bukan benar-benar sesuai selera. Buku terakhir yang saya beli (1-2 bulan silam) adalah The Speed of Trust karangan Stephen M.R. Covey. Buku-buku berbahasa Indonesia yang terakhir saya beli adalah The Miracle of Giving, Kun Fa Yakun, dan Mencari Tuhan yang Hilang karya Ust. Yusuf Mansyur. Tiga yang terakhir saya beli karena tertarik pengen baca setelah ketemu pengarangnya di Sydney tahun 2007 silam :)

Inceran nih: Panji Koming :) Tapi pengen sneak-peaking (?), alias ngintip dulu...

Update:
Gee... nemu buku bagus nih... Karangannya Steven Covey th 2005: 9010 rule

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa