Biarkan Bumi Berisitirahat dalam Krisis Global

Kalau bisa dibayangkan, situasi saat ini seperti kita berada dalam sebuah kendaraan yang bertumpu pada sebuah ban tubless besar. Ban itu kemudian tertusuk paku kecil-kecil dan kempes. Kita sedang merasakan angin-angin yang keluar dari ban tersebut yang tentunya menyebabkan sebagian orang yang duduk di depan terusik kemudian pindah ke kursi kosong di bagian belakang.

Ban itu kempes bukan saja karena tusukan paku kecil yang merobeknya, tetapi juga karena yang menusukinya adalah mereka-mereka yang sekarang pindah duduk tadi. Sampai pada tekanan yang tepat dan tiada lagi orang-orang yang mencongkelinya, bannya berhenti kempes. Bukankah begitu kelakuan ban tubless?

Itulah bayangan resesi global saat ini. Dunia punya caranya sendiri untuk menyeimbangkan dirinya kembali.

Pada kondisi tidak seimbang, dimana bumi ini ditusuki oleh bor-bor yang menghembuskan lumpur, pestisida, pupuk, hingga potas untuk mengantinya dengan minyak, kayu, hasil panen, hasil perikanan dan sebagainya hingga bumi pun mual-mual. Masyarakat yang menikmatinya dengan sangat berlebihan pun ikut mual-mual kekenyangan, tetapi akhirnya tidak mampu bayar. Jadilah ia krisis.

Karena alam punya prinsip yang oleh manusia harus ditaati, maka gelembung-gelembung gas dari hasil mual-mual itu harus dilepaskan. Maka produktivitas yang dipaksakan pun sekarang harus disesuaikan kembali. Produksi pertanian diturunkan, tonase hasil tangkapan ikan juga diturunkan, jumlah minyak yang diunduh pun diturunkan. Biarlah bumi yang mual-mual beristirahat dulu supaya bisa sembuh.

Earth is enough to feed every one but not a greedy man.
So, be wise and frugal for the earth sake.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa