Waspada! Motif Penipuan Terbaru

Kebetulan dalam sebulan ini ada dua kejadian tentang usaha-usaha penipuan. Yang pertama berkenaan dengan salam satu operator GSM yang saya gunakan. Yang lainnya adalah undian/promo.

1. Per telepon
Tiga minggu silam, saya ditelepon oleh seseorang (dengan kode HLR sebuah GSM). Katanya sih dari Jakarta, tapi saya gak percaya soalnya HLR nomornya kan saya gak hapal apakah dari Jakarta atau bukan. Intinya adalah saya memenangkan super diskon/super promo dari sebuah operator GSM. Lalu saya diminta menelepon sebuah nomor (yang ini benar-benar kode Jakarta 021- berapaaa gitu, tapi no milik sebuah provider CDMA). Sang penipu ini rupanya mungkin gak mau rugi pulsa kali ya? Jadi kitanya yang disuruh telepon. He he... nyesel gak dilama-lamain aja sekalian..

Siangnya saya kirim email ke pemimpin operator GSM cabang Samarinda, dan dengan suksesnya tidak mendapat jawaban/konfirmasi. Saya sih berpegang sama gaya orang Indonesia pada umumnya, kalau gak ada konfirmasi berarti memang boong/gak jadi :)


Gambar: penipuan dengan kupon gosok

2. Menggunakan brosur/kupon

Bermula dari telepon Ayah, memberitahukan kalau pembantu di rumah menemukan kupon yang bisa digosok (mirip-mirip voucher isi ulang gitu lah). Ternyata setelah digosok, isinya adalah "Selamat Anda Memenangkan Hadiah Mobil".

Kupon tersebut memang ditujukan untuk menipu, karena lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi. Nomornya berkepala 0888 (lagi-lagi milik sebuah provider CDMA).
Sekilas mungkin sangat meyakinkan, karena kupon tersebut dibungkus plastik (dilaminating), didesain dengan rapi, bahkan disertakan Barcode, dan bahasa yang digunakan cukup baku dan lazim dalam dunia promo.

Yang mencurigakan adalah disertakannya kertas kecil, seukuran 1/4 halaman A4 yang berisi "Promo" tersebut. Disana, khas gaya penipu, lengkan dengan nama-nama palsu dan foto direktur perusahaan tersebut (rupanya untuk menambah keyakinan mangsanya).
Ujinya gampang. Saya minta pembantu saya meneteskan air di atas kertas itu, apabila luntur, maka itu diprint, bukan di cetak.

Akan tetapi, serupa dengan kasus penipuan ke no-HP saya, ketika saya re-konfirmasi ke nomor suara konsumen 0800-1, dengan suksesnya telp saya tidak pernah diangkat (ada nada sambung, tapi tidak ada yang menjawab).

Kesimpulan:

1. Jangan mudah panjang angan-angan! Tidak ada rejeki yang demikian mudah dan banyaknya jatuh dari langit. Istilahnya, mau untung malah buntung.

2. Diskusikan dengan orang lain sebelum bertindak. Jangan terburu-buru, apalagi mengerjakan apa yang disarankan para penipu melalui no Call-Center palsu yang dicantumkan/diberikan.

3. Jangan mudah percaya dengan no Call center yang dicantumkan. Cek melalui Internet HLR-nya, apakah mobile (GSM/CDMA) atau bukan.

4. Periksa ke layanan konsumen, dengan cara mencari kenalan yang kerja di perush tersebut. Dalam hal ini saya tidak merekomendasikannya melalui jalur publik (email, telp suara konsumen), karena layanan konsumen yang demikian buruk sekali!

5. Ini merupakan bukti bahwa wajib daftar ke 4444 terhadap kartu GSM dan CDMA baru sia-sia. Karena pencurian marak terjadi melalui sarana mobile.

Comments

Popular posts from this blog

Nilai gizi pada jagung dan turunannya

Kembali ke akar: Penggalan Cerita dari Muara Ancalong

Melanjutkan Tradisi Generasi Emas Smansa